Nasib Guru Bantu di Enggano

Guru SMA 1 Enggano, Edy Kuswoyo. Foto : Lucya
Guru SMA 1 Enggano, Edy Kuswoyo. Foto : Lucya

BENGKULU – Guru SMA 1 Enggano, Edi Kuswoyo nekat menemui Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun.

Pasalnya, sejak SMA 1 Enggano ditarik dari kabupaten ke provinsi oleh Kadis Diknas yang lama, Ade Erlangga, tunjangan daerah dan tunjangan khusus menghilang.

”Dulu semenjak SMA ini di pegang oleh kabupaten, kami dapat tunjangan daerah Rp. 300 ribu, tunjangan khusus Rp.1.6 juta, dan gaji pokok Rp 800 ribu. Nah setelah pindah ke provinsi, alhamdulillah gaji pokoknya sama, tapi tunjangan tidak dapat lagi,” jelasnya.

Selain itu, Edi juga menanyakan kejelasan perpanjangan SK guru bantu daerah. Informasi yang diterima, katanya, perpanjangan SK guru bantu daerah harus melalui seleksi ulang.

”Nah kalau tidak lulus, bagaimana nasib uang tunjangan kami yang tidak kami dapatkan selama satu tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun, saat ditemui diruangannya menegaskan akan mengambil tindakan tegas untuk memecahkan masalah honor guru bantu daerah. Ia berjanji, persoalan tunjangan guru bantu ini akan segera dianggarkan.

”Tidak membayar orang mengajar itu tidak baik. Nanti kita bakal tuntaskan masalah insentif guru bantu, pokoknya nanti kita upayakan anggarannya, saya kejar tuntaskan ini dalam waktu dua bulan,” tegasnya.

Baca Juga
Tinggalkan komen