Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

MUI Tetapkan Produk Mixue, Halal

Gerai Mixue di Bengkulu. Foto, Cindy/BN

Majelis Ulama Indonesia atau MUI menerbitkan ketetapan halal untuk produk Mixue Ice Cream & Tea. Ketetapan tersebut diterbitkan MUI setelah Komisi Fatwa melaksanakan sidang produk halal pada Rabu, 15 Februari 2023.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan bahwa produk Mixue memenuhi standard halal yang ditetapkan MUI. Semua bahan yang digunakan halal dan suci.

“Bahan produk Mixue telah memenuhi standard halal yang ditetapkan MUI, semua bahan yang digunakan halal dan suci, serta proses produksinya terjamin kesuciannya,” ujar Asrorun dikutip dari situs web resmi MUI pada Jumat, 17 Februari 2023.

Ketatapan halal dilakukan setelah menelaah dan mengkaji laporan audit kehalalan yang disampaikan pimpinan Lembaga Pemeriksa Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPH LPPOM MUI).

“MUI, dalam standar fatwanya, menetapkan bahwa penetapan kehalalan suatu produk produk pangan yang mempunyai cabang dengan berbagai menunya wajib dilakukan audit terhadap semua outlet dan menunya. Ini untuk menjamin kehalalan secara menyeluruh,” ujar Niam.

Sejarah Mixue

Mixue pertama kali didirikan oleh Zhang Hongchao pada tahun 1997, kala itu dirinya masih menjadi mahasiswa. Zhang sendiri merupakan pemuda yang rajin dan bekerja parttime di sebuah gerai minuman dingin yang menjajakan es serut.

Kemudian Ia memiliki ide untuk membuka usaha minuman dingin dan menemukan peluang bisnis pada tahun 1999. Zhang akhirnya memutuskan untuk membagun bisnisnya sendiri, dengan bermodalkan uang pinjaman dari sang nenek yakni 4.000 yuan atau setara Rp9 juta.

Ia pertama kali menamai bisnisnya “Cold stream shaved ice”, dengan modal terbatas Ia memiliki gerai dengan meja lipat, beberapa bangku dan sebuah lemari es. Bahkan mesin untuk es serut miliknya dirakit sendiri.

Kala itu produk yang ditawarkan meliputi es krim, es serut, dan smoothie. Seiring waktu berjalan,Zhang berinovasi dengan menjual minuman teh susu.

Bisnisnya ini berhasil memperoleh pendapatan sebanyak 100 yuan atau Rp200 ribu seharinya, kala itu minuman yang dijual sangatlah murah yakni hanya 2 yuan atau Rp4 ribu.

Usahanya ini mulai dikenal sebagai Mixue. Dari tahun ke tahun banyak gerai yang dibuka baik di china maupun berbagai negara lain termasuk Indonesia.

Baca Juga
Tinggalkan komen