Logo
Dempo Xler

Meta Suguhkan Fitur Broadcast Channel di Facebook dan Messenger

Meta Suguhkan Fitur Broadcast Channel di Facebook dan Messeneger. Foto, dok.

Meta Suguhkan Fitur Broadcast Channel di Facebook dan Messeneger. Foto, dok.

Meta kembali mengahadirkan fitur baru yang akan diselipkan dalam platform Facebook dan Messenger. Hal tersebut disampaikan Meta dalam unggahannya di blog resmi mereka, fitur baru tersebut adalah Broadcast Channel.

Fitur ini nantinya akan berfungsi untuk mengirim pesan satu arah kepada banyak pengguna lain secara bersama atau massal di Facebook maupun Messenger. Tidak hanya dapat mengirimkan pesan secara massal, fitur ini kabarnya juga bisa membagikan gamabr, video, polling (jajak pendapat, reaction, voice note dan lainnya seperti yang dimiliki WhatsApp.

Tujuan hadirnya fitur ini adalah untuk membentuk hubungan yang erat terhadap admin, artis maupun konten creator. Serta berbagai komunitas penggemar, sehingga mereka daapt menerima berita terbaru mengenai idoalanya.

Sistem kerja fitur ini sendiri pengguna Facebook maupun Messenger yang menyukai atau mengikuti sebuah Facebook Page akan otomatis diberikan informasi terbari mengenai sang pengelola (admin) mengirimkan pesan via Broadcast Channel untuk pertama kalinya.

Kemudian pengguna yang sudah tergabung dalam sebuh  Broadcast Channel akan mendapatkan notifikasi rutin. Fitur ini hanya bisa digunakan oleh pengguna yang mengelola suatu akun basis penggemar atau Facebook Page.

Sedangkan bagi pengikut hanya bisa membaca, memberikan reaction, maupun melakukan vote yang dikirim dalam Broadcast Channel. Tidak hanya itu meta juga menyematkan fitur Mute agar dapar meredam semua notifikasi atau pesan masuk yang dikirim ke  Broadcast Channel, sehingga pengguna merasa nyaman dan tidak terganggu.

Fitur Broadcast Channel sendiri masih dalam tahap uji coba kepada seluruh pengguna atau admin Facebook Page. Lalu fitur ini akan diguyur secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan, agar dapat digunakan. Bagi pengguna Indonesia tidak disebutkan apakah akan kebagian fitur tersebut atau tidak. Namun meta menuturkan pengguna yang tidak bisa mendapatkan fitur tersebut dapat mendaftarkan diri ke program uji coba awal (early access).