Mengintip Proses Pembuatan Batik Besurek Bengkulu

Penulis : Cindy

Proses membatik di Doni Batik Bengkulu. Foto, BN

BENGKULU – Batik Besurek merupakan kain batik khas Bengkulu yang memiliki motif kaligrafi Arab. Biasanya motif batik besurek dipadukan dengan bunga Rafflesia yang merupakan simbol khas Bengkulu.

Salah satu pemilik usaha batik di Bengkulu, Doni menuturkan sudah membuka usaha ini sejak 2017. Ia mulai mengenal batik lewat sang ibu yang juga merupakan pengusaha batik di daerah Lempuing.

“Sebelumnya saya bekerja dengan ibu, sudah ikut membatik dari tahun 1989. Diawali dari situ dan ikut pameran, jadi ketemu sama temen. Akhirnya saya mencoba untuk mendirikan usaha sendiri,” kata Doni pada Bengkulunews.co.id Kamis (10/11/22) siang.

Dalam pembuatan batik miliknya, ada serangkaian proses yang harus dilakukan agar produknya tersebut dapat dijual dengan sempurna.

Doni menggunakan dua teknik membatik, yakni melukis dan cetak. Proses awalnya adalah membuat pola atau motif di atas kertas yang sudah ada dan dijiplak pada kain.

“Untuk proses pembuatan pola tergantung ide, kalau lagi bagus cepat. Kalau lagi lama mikir motifnya, lama juga jiplaknya. Kadang kita juga satuin motifnya,” sambungnya.

Setelah menggambar motif pada kain, tahap selanjutnya adalah melakukan pelilinan. Di tahap ini Doni menuturkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dengan waktu pengerjaan sekitar dua sampai tiga hari.

Dalam melilin disarankan untuk tidak memberikan banyak lilin. Pada saat meletakkannya di kain, usahakan agar lilin tetap cair. Suhu yang dibutuhkan berkisar 50 derajat sampai 60 derajat celcius.

Tahap selanjutnya adalah pewarnaan menggunakan dua teknik yang bisa digunakan yakni pencoletan (mewarna kain dengan melukis) dan pewarnaan langsung.

Setelah pewarnaan dilanjutkan dengan proses pelorotan untuk menghilangkan lilin, tahapan ini cukup lama karena harus menunggu air benar-benar mendidih.

Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Sedangkan untuk proses pembuatan batik menggunakan cetakan tembaga prosesnya cepat, bisa dikerjakan sehari penuh.

Keunikan yang dimiliki Doni Batik adalah dari motifnya yang hanya dibuat terbatas, hanya satu saja di setiap motif. Sehingga tidak ada yang bisa meniru karyanya tersebut, batik yang dibuatnya ini dijual dari harga Rp650 ribu hingga Rp850 ribu.

Untuk harga tergantung dari bagaimana proses dan motifnya, selain di offline Ia juga menjual produknya melalui media sosial. Batiknya ini sudah terjual hingga ke nasional dan memiliki tempat tersendiri di ruang tunggu Bandara.

Ia berharap kedepannya batik hasil produksinya ini dapat dipakai oleh semua orang, terkhusus masyarakat kota Bengkulu.

“Kita tetap mempertahankan budaya daerah basurek yang menjadi khas Bengkulu. Saya juga dari pembuatan batik tulis dan cetak ada ciri khas tersendiri, jadi tidak bisa ditiru oleh orang,” demikian Doni.

Baca Juga
Tinggalkan komen