Logo

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu Raih Juara III DMI Award 2022

BENGKULU – Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu berhasil meraih Juara III tingkat Nasional di ajang bergengsi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Award Masjid-Masjid Terbaik se Indonesia 2022.

Ketua Umum Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, H. Dani Hamdani menyampaikan, sesuai dengan visi gubernur, Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu dibangun sebagai pusat perabadan membangun insan kamil di masa depan

“Visi Gubernur Rohidin menjadikan masjid Raya Baitul Izzah sebagai pusat perabadan membangun insan kamil di masa depan sekaligus pemberdayaan baik sosial maupun ekonomi. Untuk itu, selain renovasi yang dimulai sejak tahun 2018, juga mengembangan Islamic Center,” kata Dani Hamdani.

Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari apa yang sudah dimulai sejak lama oleh pengurus masjid. Tentu dari pergantian pengurus terus dilakukan koreksi dan perubahan-perubahan yang signifikan sehingga menjadi lebih baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan berpartisipasi dalam memakmurkan Masjid Raya Baitul Izzah. Baik kepengurusan sebelum-sebelumnya hingga pada kepengurusan saat ini,” sampai Dani Hamdani.

Dani berharap Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu lebih makmur dan menjadi tujuan utama untuk beribadah dan tempat yang nyaman bagi semua jama’ah dan masyarakat Provinsi Bengkulu pada umumnya.

“Sekali lagi kami sampaikan syukur alhamdulilah. Semoga dengan adanya predikat juara tingkat nasional ini bukan berarti pengabdian terbaik kita hanya sampai di sini saja, melainkan memacu dan memotivasi Pengurus Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu ke depan untuk jauh lebih baik lagi dari yang telah dilakukan selama ini,” tutup Dani Hamdani.

Ketua DMI Jusuf Kalla mengatakan bahwa adanya DMI Award adalah bagian dari upaya perbaikan sistem pengelolaan masjid agar lebih baik. Beberapa program yang menjadi penilaian DMI Award 2022 yaitu:

1. Perbaikan sistem pengeras suara;
2. pembuatan aplikasi masjid dan media digital;
3. kampanye masjid bersih dan sehat;
4. pemberdayaan ekonomi berbasis masjid;
5. manajemen masjid;
6. sertifikasi tanah wakaf masjid;
7. arsitektur masjid;
8. pendidikan dan dakwah, serta;
9. kesembilan adalah wisata religi. (Adv)