Logo

Komisi II DPDR Provinsi Bengkulu Studi Banding ke Dinas PMPTSP Bandung

Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu melakukan perjalanan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bandung, Jawa Barat. Foto,dok/BN.

Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu melakukan perjalanan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bandung, Jawa Barat. Foto,dok/BN.

BENGKULU –Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu melakukan perjalanan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bandung, Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales menuturkan adanya perjalanan dinas ini untuk melakukan studi banding perihal bagaimana sistem investasi yang dijalankan. Lewat studi banding tersebut mereka menemukan bahwa target investasi merupakan hal yang berpengaruh pada lapangan pekerjaan.

“Jadi kita melihat di Provinisi Bandung tersebut bagaimana dengan pencapaian investasi, rata-rata berdasarkan informasi mereka dan pertemuan semua melampaui target. Kami juga memberikan pandangan bahwa, jika banyak investasi maka lapangan pekerjaan juga terbuka untuk masyarakat,” kata Suimi pada Bengkulunews.co.id Senin (09/10/23) siang.

Namun menurutnya adanya investasi besar-besaran yang terjadi justru akan membuat dampak negatif bagi sumber daya alam terkhusus Bengkulu. Contohnya saja jika para investor melakukan investasi ke tambang batu bara secara besar besaran, maka hasil yang didapatkan juga sebanding.

“Bayangkan saja berartikan hasil bumi itu dikeruk terus-menerus dan akhirnya habis. Belum lagi jika diinvestasikan ke tempat lain, itukan mempunyai dampak negatif yang besar. Serta dapat menyebabkan hasil bumi terkuras, hutan gundul, banjir hingga longsor. Kemudian apa yang didapat daerah daerah yang memiliki investasi besar,” jelasnya.

Oleh karena itu Ia bersama rekan Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu menanggapi bahwa pemberian izin investasi tidak dengan mudah diterima oleh investor secara mudah. Sehingga investor yang melakukan investasi dipilih dengan baik sesuai persyaratan, agar keberlangsungan ekosisitem alam tetap terjaga.

Ia menegaskan lewat studi banding tersebut pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut, terkait bagaiamana investor dapat masuk ke Provinsi Bengkulu. Kemudian apa saja fasilitas yang diberikan kepada para investor oleh pemerintah Provinsi Bandung, jika dibandingkan dengan Bengkulu.

Suimi juga berharap lewat studi banding ini dapat membantu Provinsi Bengkulu dalam mempelajari investasi sembari memperhatikan dampaknya terhadap ekosistem alam maupun masyarakat.

“Kita menekankan bahwa tidak perlu investasi besar-besaran jika akan berdampak bagi ekosistem alam. Alangkah baiknya investasi sedikit tapi ekosistem masih tetap terjaga, sehingga seimbang,” tutup Suimi.