Kisah Sri Membangun Bisnis Kerajinan Rotan di Bengkulu

Pemilik Dian Mebel Rotan Bengkulu, Sri Wahyuni. BN

Sri Wahyuni merupakan pemilik usaha pengerajin rotan satu-satunya di Bengkulu. Ia memulai bisnisnya sejak tahun 2002, dengan bermodalkan uang Rp20 juta.

Ia mengaku mengalami pasang surut dalam merintis usaha ini, salah satunya adalah dikala bisnisnya sepi pembeli. Sehingga stok barang menjadi menumpuk, walaupun begitu Sri tetap gigih berjuang mempertahankan usahanya.

“Dulu modal itu tidak termasuk alat, kompresor dan yang lain itu kita guyur belinya. Alhamdullilah sekarang sudah banyak perkembangannya,” kata Sri, pemilik Dian Mebel Rotan Bengkulu, Rabu (23/11/22) siang.

Dalam memperjuangkan bisnis ini, Sri pernah menjadi anak binaan pemerintah Bengkulu. Binaan tersebut berupa pameran ke Jakarta serta sederet undangan lainnya.

Namun sayangnya hal tersebut tidak berlangsung lama, pasalnya Ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada bantuan dari pihak pemerintah untuk bisnisnya.

Padahal bisnis yang ditekuninya ini merupakan aset, karena merupakan satu-satunya pengerajin rotan di Bengkulu.

“Kami tidak pernah ya dapat bantuan apa-apa, dulu ia sering kami diberikan undangan. Sekarang sudah tidak ada lagi,” sambungnya.

Tidak ada harapan kepada Pemerintah dari Sri, Ia hanya ingin usahanya ini bisa maju dan dikenal banyak orang walaupun dengan cara mandiri.

“Untuk pemerintah tidak ada harapan ya, karena takut nanti sakit hati. Kita fikirnya bagaimana caranya maju, kadang pasang onlinekan kebanyakan masyarakat cuman nanya-nanya saja,” sampai Sri.

Dalam sebulan Sri dapat menghasilkan 4 set kursi yang terdiri dari tiga kursi single, satu kursi panjang dan dua meja yang terbuat dari rotan.

Tidak hanya menjual meja satu set, Ia juga menjual tudung makan dari rotan, parsel buah, tirai rotan dan masih banyak lagi. Harganya mulai dari Rp150 ribu hingga Rp6 juta,

Sebulan Ia bisa mendapatkan omset kurang lebih Rp5 juta. Sri berharap kedepan usahanya ini semaki maju dan dikenal banyak orang, tidak hanya berjualan secara offline Ia juga mempromosikan produknya melalui media sosial.

“Usahanya lancar ajalah, bisa bayar anak buah sudah disyukuri,” demikian Sri.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen