Proses Pembuatan Kursi Rotan di Bengkulu

Salah satu karyawan di Dian Meubel yang sedang merakit kursi rotan. Foto, BN

BENGKULU – Rotan merupakan sejenis tanaman palem merambat yang bisa tumbuh hingga mencapai panjang 100 meter lebih. Bentuknya yang elastis, ringan dan kuat membuat rotan dicari banyak orang untuk dijadikan kerajinan.

Pemilik Dian Mebel Rotan Bengkulu, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa kerajinan dari rotan memiliki kualitas yang lebih bagus dan tahan lama dibandingkan kayu.

Ada serangkaian proses yang harus dilalui sebelum menjadi produk dengan nilai jual tinggi, untuk usahanya ini Sri biasa menggunakan rotan jenis manau dan hati rotan dari Linggau.

Ia mengatakan bahwa sebelum dibentuk menjadi kursi ataupun meja, rotan akan telebih dahulu melalui proses pengasapan menggunakan minyak tanah dan belerang.

“Rotan pertama kita susun dulu disuatu wadah, setelah itu kita bakar beleranganya supaya menghasilkan asap,” kata Sri pada Bengkulunews.co.id, Selasa (22/11/22) sore.

Proses pengasapan dilakukan untuk merubah warna kulit rotan menjadi lebih putih, langkah ini membutuhkan waktu kurang lebih seminggu.

Tahap selanjutnya adalah pencucian, proses ini dilakukan agar kulit rotan menjadi bersih. Rotan yang sudah dicuci akan dijemur hingga kering, proses ini berlangsung selama seminggu jika cuaca bagus dan paling lama memakan waktu dua minggu.

Selanjutnya adalah pengikisan kulit rotan agar terlihat lebih halus dan tidak menimbulkan serat, lalu mulailah pengerajin membentuk rotan menjadi kerangka.

Lalu tahap selanjutnya adalah pemasangan variasi menggunakan paku tembak, setelah itu dianyamlah senderan kursi menggunakan kulit rotan. Dalam sebulan Sri dapat menghasilkan 4 set kursi yang terdiri dari tiga kursi single, satu kursi panjang dan dua meja.

Tidak hanya menjual meja satu set, Ia juga menjual tudung makan dari rotan, parsel buah, tirai rotan dan masih banyak lagi. Harganya mulai dari Rp150 ribu hingga Rp6 juta,

Sebulan Ia bisa mendapatkan omset kurang lebih Rp5 juta. Sri berharap kedepan usahanya ini semaki maju dan dikenal banyak orang, tidak hanya berjualan secara offline Ia juga mempromosikan produknya melalui media sosial.

“Usahanya lancar ajalah, bisa bayar anak buah sudah disyukuri,” demikian Sri.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen