Kesan Istri-istri Gubernur saat Jahit Bendera Merah Putih di Bengkulu

Para istri gubernur usai menjahit Merah Putih di Balai Raya Semarak Bengkulu, Rabu (21 Desember 2022). Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Penjahitan Sang Merah Putih oleh para ibu Gubernur dan ketua PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) sebagai peringatan Hari Ibu berjalan lancar di Balai Raya Semarak Provinsi Bengkulu.

Ketua TP PKK Sulawesi Tenggara, Dr. Hj. Nur Endang Abas, SE,M.Si mengaku bahwa dirinya turut merasakan bagaimana perjuangan ibu Fatmawati dalam menjahit bendera merah putih.

“Saya sangat tergugah sekali dan menggali kembali kenangan, bagaimana perjuangan sang ibu agung yakni ibu Fatmawati untuk kemudian mendukung dan menjadikan Indonesia merdeka,” kata Nur pada Bengkuulnews.co.id Rabu (21/12/22) sore.

Ia juga merasakan bagaimana ibu Fatmawati, berusaha dalam menjahit sang merah putih. Sedangkan saat itu ibu Fatmawati sedang hamil besar, namun bisa menjahit bendera yang panjangnya 300cm x 200cm.

Nur juga menegaskan bahwa bukan hanya sekedar menjahit saja, namun ada makna dibaliknya. Ia berharap para perempuan yang berjuang dapat diberikan apresiasi dan dapat siap dalam menghadapi tantangan, agar negara ini menjadi tangguh di dunia dan dapat bersaing di era globalisasi.

“Tadi saja hanya 30 cm, tapi kita sudah kebingungan. Apa lagi ibu dalam keadan hamil namun masih bisa menjahit bendera, ini sesuatu yang luar biasa. Hanya dengan nilai-nilai perjuangan beliau dan memiliki pemimpin yang visioner ini yang mampu mengerjakan semua,” tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Istri Gubernur Papua Selatan, Ade Irma Safanpo, dalam menjahit bendera merah putih ia mengerti bagaimana perjuangan seorang Fatmawati dalam mendampingi suaminya membuat bendera pusaka Indonesia.

“Jadi rasa itu menjadi pesan moral bagi kita semua bahwa, perempuan itu adalah tonggak dalam sebuah negara,” tegas Irma.

Setelah menjahit bendera merah putih, para ibu PPK se-Indonesia ini meletakkannya ke dalam kotak yang sudah disediakan. Lalu mereka bersama-sama melakukan sesi foto, bersama.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) Bengkulu, seperti batik, makanan khas daerah, jeruk kalamansi, kerajinan kulit lantung dan lainnya.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen