Kerajinan Kulit Lantung Bengkulu Dijual Hingga ke Iran

Kerjinan Kulit Lantung Bengkulu. Foto, BN

BENGKULU – Kulit lantung berasal dari pohon (Artocarpus Altilis) yang bergetah dan merupakan pohon endemik di hutan kawasan Sumatera termasuk Bengkulu.

Saat ini kulit lantung sudah banyak dipakai untuk bahan kerajinan, seperti tas, topi dan barang-barang lainnya.

Pengerajin kulit lantung sekaligus pemilik usaha Fajar Wonk, Emi kusmiati menuturkan sudah membangun usaha ini sejak tahun 2005.

Usahanya ini berawal dari hobi membuat kerajinan kulit lantung dengan modal modal kurang lebih Rp500 ribu. Ia lalu mengikuti pelatihan dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, hingga mendapatkan legalitas pada tahun 2009.

“Awalnya ia ikut pelatihan juga lewat disperindag dan disnaker terus pengembangan motivasi,” kata Emi pada Bengkulunews.co.id Kamis (24/11/22) sore.

Bukan perkara mudah dalam mengembangkan bisnisnya, terlebih pada saat covid melanda. Emi kekurangan karyawan untuk produksi, belum lagi terkendala oleh stok bahan yang didapatkan dari luar kota.

Kerajinan Kulit Lantung Bengkulu. Foto, BN

Namun hal tersebut tidak menjadi masalah besar baginya, ia tetap gigih merintis usahanya. Hingga kini bisnis kerajinan dari kulit lantung miliknya, sudah terkenal di berbagai daerah hingga luar negeri.

“Selain dari central oleh-oleh di Anggut, kita isi sampai buyer (Pembeli) Kalimantan juga. Ke luar negeri juga sudah, tapi bukan atas nama ekspor. Karena memang buyer luar negeri ini ada di Jakarta, merekalah yang bawa ke luar negeri. Kita kirimnya sampai Jakarta itu beli putus dan dibawa ke Thailand sama Iran,” jelasnya.

Kerajinan dari kulit lantung miliknya ini dijual dari harga Rp10 ribu hingga Rp15 juta, dalam sebulan Ia dapat memproduksi sekitar 150 buah tas dan 300 buah peci.

Kulit lantung yang diperlukan sebanyak 200 hingga 300 lembar setiap bulannya untuk membuat prodak. Kini pendapatan Emi perbulannya berkisaran Rp8 juta hingga Rp20 juta terlebih pada saat ada acara-acara besar, Ia berharap kedepan usahanya ini dapat berkembang lebih lagi dan semakin berinovasi.

“Kalau berkembang dan meningkat iya, karena dari yang tadinya sederhana sekarang sudah mbisa mengikuti trend dan model. Jelas saya ingin lebih maju, lebih bisa menembus pasar, bukan cuman daerah tapi sampe go internasional,” demikian Emi.

Baca Juga
Tinggalkan komen