Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Kenali Apa itu Flexing, Dampak dan Cara Menyikapinya

ilustrasi Flexing. Foto, Cindy/BN.

BENGKULUFlexing merupakan istilah baru dalam Bahasa gaul zaman kini yang berarti ‘Pamer’. Bentuk dari Flexing sendiri bukan hanya mengenai kekayaan tetapi berbagai aspek, seperti pencapaian dan lainnya.

Pada dasarnya Flexing atau pamer memiliki betnuk pengaruh yang negative bagi sosial. Flexing sendiri adalah tindakan menyombongkan sesuatu yang dipandang tidak mengenakan bagi banyak orang. Tindakan memerkan sesuatu pada orang lain atas apa yang kita miliki memang boleh saja, namun hal tersebut terlalu berlebihan menjadi tidak baik.

Mereka yang suka Flexing biasanya memiliki tujuan agar diakui oleh banyak orang bahwa mereka ada hingga menumbuhkan rasa percaya diri. Ada juga beberapa alasan lain mengapa mereka ingin mencapai tujuan tersebut.

Seperti adanya rasa tidak percaya diri atau insecure, biasanya mereka yang melakukan Flexing baru bisa meraih keinginannya. Orang-orang ini telah lama mengidamkan sesuatu tersebut dan baru tercapai setelah sekian lama, sehingga munculah niat untuk memamerkan hal tersebut sebagai bentuk balas dendam dari masa lalu.

Bisa juga mereka hanya ingin menarik perhatian, karena sebelumnya tidak pernah dianggap ada atau merasa dikucilkan di sebuah kelompok sosial. Mereka juga biasanya mencari validasi akan sesuatu denga napa yang dimilikinya. Hingga tekanan sosial yang menyebabkan seseorang harus mengikuti gaya hidup berbeda dengan kondisinya saat ini.

Ada beberapa dampak negative dari Flexing yang akan dirasakan oleh pelakunya, seperti sulit mendapatkan teman yang tulus dan hanya memanfaatkan kekayaan saja. Hingga dapat mengganggu kepribadian diri dan selalu haus akan perhatian.

Lalu bagaimana menyikapi hal tersebut?

  1. Tidak perlu merasa iri dengan seseorang yang memamerkan kekayaannya, karena setiap orang memiliki porsi hidupnya masing-masing.
  2. Ingat bahwa setiap orang memiliki waktu sendiri untuk proses pencapaian dalam hidupnya.
  3. Anda bisa melakukan filter di media sosial mengenai hal-hal yang membuat dirimu tidak tenang.
  4. Sibukkan diri dengan sesuatu yang menjadi passion mu, jangan terpengaruh dengan trend. Karena sewaktu-waktu bisa redup sesuai waktunya.
  5. Kamu bisa menanamkan pada diri sendiri bahwa pencapaian bisa kamu rasakan tanpa adanya validasi dari orang lain.
Baca Juga
Tinggalkan komen