Gambar BengkuluNews

Imigrasi Bengkulu Perkuat Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat hingga Tingkat Desa

Alwin Feraro
Imigrasi Bengkulu Perkuat Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat hingga Tingkat Desa

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu terus memperkuat peran keimigrasian di tengah masyarakat melalui berbagai langkah nyata yang mendekatkan layanan, memperluas akses informasi, serta mendorong pelayanan publik yang inklusif. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat 2 Tahun Gerak Nyata: Pemerintah Bergerak Membangun Fondasi dan Membangun Kemampuan Bangsa.

Sebagai bagian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan layanan keimigrasian di kantor, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Binaan Imigrasi sebagai sarana mendekatkan informasi keimigrasian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai aspek keimigrasian.

Hingga saat ini, pembinaan telah dilakukan di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan Seluma. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Sawah Lebar Baru, Sawah Lebar, Belakang Pondok, Rawa Makmur, Kandang, Lingkar Timur, Tanjung Jaya, Sumur Dewa, Beringin Raya, Desa Pokdoh Kelapa, Desa Teladan, serta Desa Bukit Peninjauan II.

Keberadaan desa dan kelurahan binaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi masyarakat mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, informasi dan pemahaman mengenai keimigrasian diharapkan dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas sekaligus mendukung upaya pencegahan berbagai potensi pelanggaran hukum.

Di sisi lain, komitmen terhadap pelayanan yang setara juga diwujudkan melalui kerja sama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu dengan SLBN 3 Kota Bengkulu. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan pelayanan keimigrasian yang inklusif, responsif, dan mudah diakses, termasuk bagi penyandang disabilitas. Implementasinya dilakukan melalui penggunaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam konten media sosial, pelatihan bahasa isyarat bagi pegawai, serta penyediaan buku informasi layanan keimigrasian dalam huruf Braille.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi pelayanan keimigrasian tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kualitas layanan di ruang pelayanan, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran Imigrasi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. Perluasan akses informasi, edukasi pencegahan TPPO, serta penguatan pelayanan ramah disabilitas menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui semangat Gerak Nyata, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu terus mendukung arah kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah kepemimpinan Hendarsam Marantoko untuk menghadirkan keimigrasian yang semakin dekat, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Imigrasi untuk Rakyat, dengan memastikan pelayanan dan perlindungan keimigrasian dapat dirasakan secara lebih luas hingga ke tengah masyarakat.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!