Harga Beras Naik, Pedagang Mengeluh Penjualan Merosot

Penulis : Cindy

Pedagang beras di Pasar Minggu Bengkulu. Foto, Cindy/BN

BENGKULU – Karyawan pedagang beras di Pasar Bengkulu Dedek Apriansyah (21), mengatakan sejak bulan kemarin harga beras mengalami kenaikan.

Jika biasanya beras jenis Seginim Rp15 ribu secupak sekarang naik menjadi Rp16 ribu. Sedangkan untuk beras jenis Pebong dari harga Rp16 ribu menjadi Rp17 ribu.

“Ada juga jenis G8 kemarin Rp18 ribu sekarang Rp23 ribu,” kata Dedek pada Bengkulunews.co.id (04/10/22) siang.

Menurutnya harga beras yang naik tersebut, dikarenakan dampak dari melonjaknya harga BBM. Sehingga ongkos dan harga produk dari distributor ikut naik hingga 20 persen.

“Beras inikan ada yang dari dusun, juga distributor luar kota. Karena bbm naik, jadi ongkosnya naik jugakan dari lampung. Terus mesin penggilingnyakan juga pakek bbm, gimana tidak naikkan harga,” tuturnya.

Dengan harga yang naik tersebut, hasil penjualan juga ikut merosot. Jika biasanya Ia dapat menjual 1 ton beras per hari, kini hanya mampu menjual setengah ton beras seharinya.

Ia berharap kedepannya harga BBM bisa kembali normal, sehingga bahan-bahan lain terutama sembako dapat kembali stabil.

“Semoga bbm ini turunkan, biar beras juga ikut turun. Soalnya merosot banget pendapatan,” demikian Dedek.

Baca Juga
Tinggalkan komen