Gelombang Tinggi Nelayan Stop Melaut

Kapal nelayan yang disandarkanya di pinggir pantai
Kapal nelayan yang disandarkanya di pinggir pantai

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Akibat cuaca buruk yang melanda kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir, nelayan di kota Bengkulu memilih berhenti beraktivitas. Pasalnya gelombang yang cukup tinggi sangat membahayakan keselamatan mereka ketika berada di tengah laut.

Seperti yang disampaikan Eko, nelayan asal kelurahan Malabero kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Kondisi kapal yang tidak memungkinkan, serta gelombang yang cukup tinggi membuat ia bersama rekannya untuk sementara menghentikan aktivitas melaut.

“Sejak sepuluh hari terakhir kami tidak melaut,” katanya, Selasa (28/11/2017).

Ditambahkan Eko, akibat badai ini ia bersama nelayan lain terpaksa memilih mendaratkan kapal. Selama badai, aktivitas para nelayan hanya mebersihkan kapal dan memperbaiki jaring.

“Saat ini aktifitas kami hanya membersihkan dan pemberbaiki perahu yg rusak,” katanya,

Sementara itu, imbauan untuk menghentikan aktivitas melaut ini, juga datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu.

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca buruk yang melanda kota Bengkulu masih akan berlangsung hingga tiga hari kedepan. Kondisi gelombang yang diprediksi mencapai ketinggian enam meter dengan kecepatan angin 90 Km/jam, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan nelayan.

“Dalam 3 hari ke depan gelombang laut diprediksi mancapai 6 meter. Ada peringtan dini untuk nelayan agar tidak melaut,” ujar Prakirawan BMKG Fatmawati Bengkulu, Rahayu Mailansari.

Baca Juga