Ekonomi Bengkulu Triwulan ke III Melambat, Tekanan Inflasi Menurun

Foto bersama awak media bersama Keala Kpw BI dan Deputi BI Provinsi Bengkulu
Foto bersama awak media bersama Keala Kpw BI dan Deputi BI Provinsi Bengkulu

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Bank Indonesia merilis pertumbuhan perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan ke III 2017, Jumat (24/11/2017). Tercatat, perekonomian Provinsi Bengkulu melambat di tengah penurunan tekanan inflasi.

Dalam rilisnya Bank Indonesia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan ke III 2017 hanya tumbuh 4,83 persen. Lebih rendah dari triwulan sebelumnya yakni, 5,04 persen.

Keadaan ini dipengaruhi oleh menurunya konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor. Lemahnya konsumsi rumah tangga karena masih dalam normalisasi pasca hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, mengatakan, penurunan dari sisi investasi karena memang belum terserapnya APBD terkait realisasi proyek infrastruktur.

“Penurunan ini juga terjadi pada aktifitas pertanian, kehutanan dan perikanan. Karena, juga terjadi kekeringan di beberapa daerah. Kemudian juga pada aktifitas ekonomi bersifat kontruksi, banyak belanja modal yang belum terserap, hingga penurunannya sangat tajam,” ungkapnya.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi tercatat lebih baik dari sumatra (4,43 %). Namun lebih rendah dari pertumbuhan nasional yakni 5,06 %.

Di sisi lain, penurunan tekanan inflasi pada seluruh kelompok. Didorong turunya harga bawang putih dan cabai merah serta juga terkendalinya tarif angkutan udara. Kondisis ini menempatkan inflasi Provinsi Bengkulu lebih rendah dibandingkan sumatra 3,63 persen dan nasional 3,72 persen.

“Inflasi pada angkutan udara turun sangat tajam, pada triwulan II 13,4, bulan Oktober turun menjadi 9,0,” cetusnya.

Endang sangat berterima kasih, dengan adanya jalur penerbangan baru seperti Bengkulu-Padang, Bengkulu-Palembang dan yang lainnya. Ini menekan inflasi pada angkutan udara, dimana, penumpang tidak lagi transit ke Jakarta dan ini mengurangi biaya.

“Alhamdulilah, informasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, nanti akan ada penambahan jalur penerbangan yakni Bengkulu-Lampung – Jogja dan Bandung,” ujarnya.

Terkai sektor korporasi, triwulan ke III ini juga mengalami penurunan. Ini terjadi pada dua sektor utama yakni pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, lalu, sektor perdagangan hotel dan restoran.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu saat mmemaprkan pertumbuhan Provinsi Bengkulu triwulan ke III 2017

“Ketahanan sektor rumah tangga juga relatif terjaga, tercermin dari relatif stabilnya kinerja pembiayaan dan terjaganya tingkat risiko (NPL) kredit non-produktif, meskipun kinerja penghimpunan dana mengalami perlambatan. Kredit bermasalah rumah tangga mengalami sedikit mengalami kenaikan, namun kredit bermasalah pada UMKM rendah,” jelasnya.

Endang juga menerangkan, bahwa pada triwulan pertama 2018, pertumbuhan Provinsi Bengkulu mengalamai peningkatan. Diperkirakan tumbuh pada kisaran 5.0-5.2 persen, ini meningkat dari perkiraan pertumbuhan triwulan ke IV 2017.

“Hal ini disebabkan dengan adanya peningkatan komoditas karet dan CPO, kenaikan UMP 2018 dan penerapan TPP PNS di beberapa pemda. Kinerja sektor utama diperkirakan membaik, pertanian dan karet juga membaik, ini akan mendorong petani meningkatkan frekuensi panen,” tuturnya.

Diperkirakan dari keseluruhan, tahun 2018 pertumbuhan ekonomi akan meningkat dari 2017. Inflasi tahun 2018 juga diperkirakan terkendali, karena pasokan pangan diperkirakan mencukupi seiring masuknya periode panen.

Sedangkan, tarif angkutan udarapun stabil apalagi dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan langsung dari Bngkulu ke kota lain di sumatra.

Baca Juga