DKP Bengkulu : Nelayan Trawl Tidak Memikirkan Nasib Nelayan Tradisional

Plt Kadis DKP Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal

KOTA BENGKULU – PLT kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal mengungkapkan aktivitas yang dilakukan nelayan dengan menggunakan alat tangkap Trawl akan berdampak pada perekonomian Nelayan Tradisional.

”Kegiatan mereka itu apa tidak dipikirkan bahwa berdampak pada nelayan tradisional dan massa nelayan tradisional itu jauh lebih banyak dari Trawl, 3400 massa armada nelayan kita 3150 adalah nelayan tradisional, kemudian 350 yang nelayan Trawl,” ungkapnya, Kamis (8/3/2018).

Selain itu, kata dia, wewenang DKP hanyalah pengelolaan regulasi sumber daya pengelolaan, sedangkan terkait perikanan tangkap dan alat tangkap itu semua diatur oleh aturan Nasional.

”Pada prinsipnya, kami ini membuat peralihan tersebut secepat mungkin, kemudian membuat pelatihan untuk mencari mata pencaharian alternatif, tapi kalau masalah perizinan melauta itu saya tergaskan tidak ada, aturannya sudah diatur itu jelas-jelas tidak boleh,” tegasnya.

Selanjutnya, lanjut Ivan, bantuan untuk alat tangkap Trawl yang sudah disiapkan sebanyak 297 unit, 126 unit untuk dikota Bengkulu karena kapal-kapalnya dibawah 5 GT, 171 untuk di kabupaten muko-muko.

”Untuk yang di kabupaten Mukomuko, kita baru dapat laporan berkurang 23 unit, dikarenakan inisiatif mengganti sendiri alat tangkap Trawl nya,” imbunya.

Sementara itu, untuk peralihannya tergantung nelayannya sendiri.

”Ada 49 jenis alat tangkap yang siap untuk dipilih, dan sudah kita kordinasi perwakilan nelayan berangkat ke jakarta10 orang dari kota Bengkulu dan 2 orang dari muko-muko,” ucapnya.

Disisi lain, perwakilan Nelayan pulau Baai Evi Hasnah mengatakan, DKP provinsi Bengkulu seharusnya bisa membuat kebijakan tentang perizinan, menurutnya DKP mempunyai hak yang sangat berpengaruh.

”Dengan cara meninjau langsung, mendengarkan keluhan nelayan, tidak hanya dengan teori,” katanya.

Baca Juga
Tinggalkan komen