
Penulis : Rizki Abdul Roihan
Belakangan ini, perubahan nama program studi dari “Teknik” menjadi “Rekayasa” oleh Kemdiktisaintek cukup ramai diperbincangkan di kalangan mahasiswa. Wajar saja banyak yang heran istilah “Teknik” sudah bertahun-tahun melekat di kepala orang, dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, sampai Teknik Informatika. Tiba-tiba diganti “Rekayasa”, tentu banyak yang bertanya-tanya: sebenarnya perlu tidak, sih?
Pemerintah berdalih perubahan ini untuk menstandarkan penggunaan bahasa Indonesia yang lebih baku, karena “rekayasa” dianggap padanan yang lebih tepat untuk kata engineering. Secara akademik, alasan itu masuk akal. Tapi bagi kebanyakan mahasiswa, “Teknik” jauh lebih ringkas dan langsung dipahami tidak perlu berpikir dua kali.
Menurut saya, bukan kebijakan ini yang bermasalah, tapi momentumnya. Mahasiswa sekarang masih bergulat dengan hal-hal yang jauh lebih konkret: kualitas pengajaran yang tidak merata, fasilitas kampus yang minim, UKT yang terus naik, sampai sulitnya mencari kerja setelah lulus. Di tengah semua itu, pergantian nama jurusan terasa seperti bukan prioritas yang mendesak.
Yang juga mengkhawatirkan, perubahan ini dapat membingungkan masyarakat luas. Tidak semua orang tahu bahwa “Teknik” dan “Rekayasa” merujuk hal yang sama. Bisa-bisa orang mengira itu dua jurusan berbeda, atau malah perusahaan perlu waktu untuk menyesuaikan kriteria rekrutmennya.
Meski begitu, saya tidak bilang perubahan bahasa itu keliru. Bahasa memang berkembang, dan pendidikan ikut bergerak. Tapi kebijakan seperti ini butuh sosialisasi yang serius, bukan sekadar pengumuman. Kalau tidak, niat baik di atas kertas justru berakhir jadi kebingungan di lapangan.
Yang paling penting, nama jurusan tidak menentukan mutu lulusannya. Gelar bisa berganti sebutan, tapi yang dinilai dunia kerja tetap sama: seberapa kompeten orangnya, seberapa siap menghadapi tantangan nyata. Tanpa perbaikan kualitas pendidikan yang sungguh-sungguh, pergantian istilah ini tidak lebih dari urusan administrasi

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!