Dampak Positif dan Negatifnya Rencana Kenaikan Suku Bunga BI

Dampak Positif dan Negatifnya Rencana Kenaikan Suku Bunga BI

Penulis : Cindy

BI. katadata

Bank Indonesia (BI) untuk pertamakalinya menaikan suku bunga acuan, sejak November 2018 silam. Gubernur BI Perry Warjito menyatakan kenaikan ini merupakan Langkah dari pre-emptive dan forward looking unutk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan volatile food.

Kenaikan suku bunga ini akan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Beberapa dampak positif dan negatif dari kenaikan suku bunga yakni :

1. Bunga Kredit Naik

Kenaikan suku bunga BI akan berpengaruh pada konsumen yang memiliki kredit konsumsi termasuk KPR di bank. Serta untuk pembayaran cicilan akan lebih mahal, hal tersebut disebabkan agar bank tidak menanggung beban cost of fund yang terlalu tinggi.

2. Pertumbuhan Kredit perbankan terganggu

Karena bunga kredit yang naik, membuat masyrakat tidak mau mengambil pinjaman di bank. Sehingga nasabah akan berkurang dan perkembangan kredit perbankan terganggu. Terlebih lagi para debitur yang belum bisa membayar kredit meski sudah diberikan keringanan saat Covid-19 lalu.

3. Daya Beli Masyarakat dan Bisnis menurus

Kenaikan yang dilakukan BI sangatlah berpengaruh pada masyarakat, selain susah dalam membeli rumah maupun kendaraan secara kredit masyarakat juga dihipit oleh biaya hidup sehari-hari yang kian hari semakin naik karena inflasi. Belum lagi berdampak besar pada pelaku usaha yang modalnya kebanyakan dari bank.

4. Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terlambat

Dengan daya beli masyarakat dan pengusaha yang mulai berkurang, dapat membuat pertumbuhan ekonomi menjadi terkontraksi.

Dampak Positif Kenaikan Suku Bunga BI :

1. Nilai Tukar Rupiah Menguat

Kenaikan suku Bunga akan berdampak pada mata uang rupiah dan membuat modal asing masuk ke Indonesia. Karena investor akan tertarik dengan imbalan hasil surat utang Indonesia.

2. Mengendalikan Inflasi

Langkah yang diambil BI sebenarnya memiliki harapat yakni dapat mengendalikan inflasi agar tidak melejit tinggi. Namun proses tersebut tentunya akan terasa dengan jangka Panjang, karena inflasi saat ini lebih disebabkan oleh kenaikan harga makanan dan energi bukan dihitung dari banyaknya pasokan uang.

3. Imbal Hasil Surat Utang Indonesia Naik

Kenaikan suku bunga BI juga akan menguntungkan para Investor karena dapat membuat imbal hasil surat utang Indonesia jadi bertambah, Dikarena dengan naiknya suku bunga surat utang Indonesia dapat mengecilkan selisih bunga atau imbal hasil dengan surat utang Amerika Serikat (AS).

4. Aliran Modal Asing Naik

Surat Utang Indonesia yang semakin manarik akan membuat investor berbondong-bondong masuk ke pasar surat utang Indonesi, tidak hanya itu hal ini juga dapat mencxegah aliran modal asing untuk keluar.

5. Mengkompensasi penurunan devisa hasil ekspor

Penaikan suku bunga BI juga dianggap untuk mewaspadai pembalikan harga komoditas yang selama ini melambung tinggi. Juga menguntungkan Indonesia sebagai pengekspor sejumlah komoditas, karena jika komoditas turun maka permintan dari devisaa hasil ekspor dapat ditekan sehingga aliran modal bisa keluar.

6. Bunga Deposito Naik

Dengan kenaikan suku bunga BI menguntungkan para nasabah yang menyimpan uang dibank, karena perbankan akan menaikkan suku bunga produk depositonya. Penyesuaian ini sangatlah sering terjadi pada saat bank sentral menaikkan suku bunga acuan. Sementara perbankan tidak ingin simpanan nasabah di deposito ditarik lantaran nasabah sudah tidak tertarik degan bunga seposito yang ditawarkan oleh bank.

Itu dia dampak positif maupun negatif dari kenaikan suku bunga acuh, semoga bermanfaat.

Baca Juga
Tinggalkan komen