Logo

Bupati Awasi Pemanfaatan Pasar

Bupati Lebong Rosjonsyah menyalami masyarakatnya usai meresmikan bangunan baru pasar terminal Muara Aman

Bupati Lebong Rosjonsyah menyalami masyarakatnya usai meresmikan bangunan baru pasar terminal Muara Aman

LEBONG, bengkulunews.co.id – Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP  MSi, menegaskan, ia akan selalu memantau pemanfaatan pasar terminal Muara Aman. Jangan sampai bangunan yang telah dibangun akhirnya tidak sesuai dengan peruntukannya.

Hal itu ia sampaikan pada acara peresmian bangunan baru pasar terminal Muara Aman dan penyaluran dana CSR Bank Bengkulu berupa jaminan BPJS para pedagang pasar terminal Muara Aman, belum lama ini.

“Alhamdullilah, akhirnya bangunan pasar terminal ini sudah berhasil dibangun dengan usaha keras melobi Departemen Perdagangan RI melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Lebong, DPPKAD dan stake holder lainnya. Namun demikian, saya tekankan akan ada evaluasi dari pemanfaatan pasar terminal ini selama enam bulan. Saya perintahkan Satpol PP untuk menertibkan pemanfaatan bangunan ini. Jangan disalahgunakan, apalagi dicorat-coret dan banyak binatang berkaki empat yang masuk sehingga terlihat kotor,” ujar Rosjonsyah.

Ditambahkan Rosjonsyah, jika bangunan ini tidak dimanfaatkan, akan berakibat kepada bantuan kementrian lainnya yang akan diupayakan untuk masuk ke Kabupaten Lebong.

“Jika nantinya bangunan ini saja kita tidak bisa manfaatkan, rawat dan jaga, tidak menutup kemungkinan bantuan kementrian lainnya dari SKPD yang lain akan dipertimbangkan untuk kita tidak mendapatkannya, jadi ini merugikan kita sendiri,” ujar Bupati.

Di lain pihak, disela-sela kegiatan, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan, melalui Kabid Koperasi, Azhar SH, memaparkan, bangunan yang dibangun sebanyak 2 unit tersebut, diperuntukkan bagi kurang lebih 100 orang pedagang pasar terminal yang telah didata sebelumnya oleh DPPKAD Kabupaten Lebong.

“bangunan yang dibangun sebanyak 2 unit tersebut diperuntukkan bagi kurang lebih 100 orang pedagang pasar terminal yang telah didata sebelumnya oleh DPPKAD Kabupaten Lebong. Untuk bangunan pertama kita mendapatkan bantuan dana APBN dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI sebesar 900 juta rupiah. Sedangkan untuk bangunan kedua kita menggunakan dana DAK APBD Lebong sebesar 1,7 miliar rupiah. Kita selaku pengguna anggaran pun sudah serah terima bangunan ini kepada pemerintah daerah melalui DPPKAD Kabupaten Lebong untuk dikelola,” ujar Azhar.

Pada acara yang berlangsung hangat tersebut, juga diisi dengan pembagian CSR Bank Bengkulu, berupa keikutsertaan BPJS kepada 100 pedagang yang akan menempati bangunan selama tiga bulan, hingga para pedagang menjadi mandiri. Menurut salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, ia menyambut baik didirikannya bangunan baru pasar terminal Muara Aman, namun disayangkan biaya kontrak yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Saya mewakili para pedagang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Lebong dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong yang telah membangun pasar terminal Muara Aman ini, namun kami sedikit kecewa karena ada beberapa perjanjian kontrak lapak yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Awalnya disepakati kontrak lapak sebesar satu juta rupiah dengan ukuran lapak 2 x 2 meter selama 5 tahun. Tapi berubah menjadi 1,2 juta rupiah selama 2,5 tahun, terus ukuran lapaknya yang kecil sehingga kami sedikit kesulitan untuk menempatkan barang dagangan kami. Belum lagi dari sekian banyak pedagang lama yang dapat lapak juga hanya sedikit kami pedagang lama yang dapat lapak, selebihnya itu pedagang baru,” keluhnya. (118)