Logo

Angkat Musik Dol, Pemprov Gelar Internasional Bencoolen Dol Festival 2018

Rapat persiapan HUT TMII dan rapat penjajakan gelar event kolosal Internasional Dol Festival bersama perwakilan sanggar di Bengkulu dan OPD, Jumat (10/3/2017)

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berusaha mengangkat berbagai potensi yang dimiliki.  Salah satunya, perhelatan akbar internasional Bencoolen Dol Festival yang akan digelar 2018 mendatang.

Internasional Bencoolen Dol Festival ini rencananya akan menggabungkan seni budaya dari berbagai suku di Bengkulu secara kolosal diantaranya Musik Dol, Tari Semut khas Pulau Enggano, Sarafal Anam khas Suku Lembak, Tari Kejei yang merupakan kesenian rakyat Rejang dan Dendang khas Serawai.

Festival ini rencananya akan berlokasi di Benteng Marlborough. Selain melibakan sanggar-sanggar yang ada di Bengkulu, festival ini juga melibatkan pelajar-pelajar internasional dan keduataan besar yang ada di Indonesia.

Untuk diketahui, musik dol Bengkulu terpilih dalam penyambutan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Selain itu musik dol juga mulai dilirik oleh beberapa musisi kenamaan tanah air diantaranya koreografer Kenamaan Denny Malik dan Komponis Indonesia Erwin Gutawa.

“Kita persiapkan semua salah satu yang kita dorong secara kuat yaitu musik dol kita publikasi terus sehingga semakin dikenal, semakin disenangi dan semakin ingin diketahui. Kita akan dorong secara terus-menerus dol ini ke depan semakin baik,” jelas Plt. Sekda Provinsi Bengkulu Ir. Sudoto saat memimpin Rapat persiapan HUT TMII dan rapat penjajakan gelar event kolosal Internasional Dol Festival bersama perwakilan sanggar di Bengkulu dan OPD, Jumat (10/3/2017).

Sudoto menambahkan, Pemda Provinsi Bengkulu berkeinginan agar pariwisata dapat mendorong perekonomian, karena menurutnya beberapa event pariwisata yang selama ini belum secara signifikan mendorong perekonomian. Hal ini disebabkan perputaran uang hanya dari masyarakat Bengkulu sendiri, karena yang tertarik untuk datang adalah pedagang dari luar bukan wisatawan.

“Kita ingin membangun suatu event dimana orang datang, kita siapkan tempat dan pada saat mereka belanja ke tempat kita maka uang yang beredar akan lebih banyak maka secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian serta pendapatan masyarakat kita,” tegas Sudoto.

  • Ferry

    Jika diperlukan saya bersedia memberikan keterangan yg lebih detail atas informasi dol pusaka itu .ini semua untuk kepentingan budaya Bengkulu

    • Yasrizal

      mintak contact personya bapak ya. nanti wartawan wawancara kebapak

  • Ferry

    Ini beriya baik.. sedikit menggelitik saya secara pribadi… Apakah pihak Pemerintah daerah Bengkulu ada yg mengetahui bahwa beberapa tahun lalau dan akalau tidak.a salah sampai era tahun 1980 an… di Bengkulu ada unit Dol yg dinamakan Dol Pusaka…. kenapa dinamakan Dol Pusaka.. karena dol2 itu adalah Dol Legendaris yg dimiliki oleh warga Bengkulu yang saat ini sudah meninggal dunia dan Dol itu berukuran besar. SEPENGETAHUAN SAYA ADA.2 dol yang memiliki ukuran permukaan lebih dari 100 cm. Dan 2 dol.lainya berukuran sekitar 90 cm… kebutuhan kulit sapi untuk Dol tersebut harus 1 sapi u tuk satu dol.
    Pertanyaanya adalah apalah ada kepedulian pemerintah u tuk menjadikan dol itu menjadi bemda historis. SAYA secara pribadi dan karena masih ada keterikatan hubungan turunan leluhur terpanggil untuk mencari keberadaan Doll itu dan Alhamdulillah berhasil saya temukan bersama dengan paman saya yg menjadi penunjuk keberadaan Doll itu.
    Dari 4 doll yg ada saya lihat dilokaso otu ada 3 dol Pusaka….yaitu dol damai, dol selatan, dan dol Gelora
    DOLL ITU masih ada walupun dimakan usia dan perlu perawatan dan saat ini disimpan di rimah warga di sekitar malabero.
    Saat masih digunakan Dol itu memang diberi julukan Doll Damai,doll Selatan dan Doll Gelora. Kalau tidak salah ada 1 lagi doll namanya doll Lego… tetapi belum diketahui saat ini ada dimana.
    Pemilik awal dol -dol itu adahah
    1.Dol Damai.Alm ACHMAD YG BIASA DISAPA Achmad Jepang yg merupakan pensiunan Wedana bengkulu dijaman penjahan sampai kemerdekaan .
    2.Dol Selatan…ALM Abdul Wahab atau bisa disapa Wahab Pos karena beliau adalah petugas kantor pos dijaman awal kemerdekaan .
    3.Dol Gelora …. dimilimi bersama anatar Alm Syaifuddin dan Alm Saleh.
    Mereka semua diatas adalab merupakan satu rumpun keluarga kami yg merupakan tokoh masyarakat di Pondok Besi.

    Dari uraian diatas semoga menjadi pencerahan bagi pimpinan daerah untuk memperhatikan sejarah dan memberikan perhatian atas sejarah dol…harapan saya semua dol pusaka itu bisa dijadikan ocon Bengkulu.
    Wassallam
    Ferry.