Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

9.500 Dosis Vaksin Rabies Siap Diberikan pada Hewan di Provinsi Bengkulu

BENGKULU – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, drh.Hj.Indah Permatasari,MM menuturkan pemberian vaksin rabies sudah mulai dilakukan di Bengkulu Selatan pada (03/08/23) hingga (04/08/23) lalu.

Sedangkan untuk pemberian vaksin rabies di Kota Bengkulu, akan dilakukan pada tanggal 28 Agustus di beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Selebar, Kampung Melayu, Singaran Pati, Gading Cempaka, Ratu Agung, Sungai Serut, Muara Bangkahulu dan Teluk Segara.

Total vaksin rabies yang diberikan pada tahun ini berjumlah 9.500 dosis, berdasarkan stok dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Dengan rincian 5000 dosis dari dana APBD Provinsi dan 4.500 dari APBN Reguler.

“Jadi ini pembagian untuk Rejang Lebong sudah 1000 dosis, Bengkulu Tengah 1000 dosis dan di klinik 200 dosis. Jadi sudah berkurang 2200 dosis dari 9500, sisanya nanti akan kita bagikan di kabupaten lain dan kota Bengkulu,” katanya pada Bengkulunews.co.id Jumat (18/07/23) siang.

Menurutnya dengan populasi 12000 ekor AKR yang cukup banyak, vaksin yang dimiliki dirasa kurang cukup. Walaupun begitu pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Bengkulu, tetap memaksimalkan pemberian vaksin kepada hewan agar meminimalisir penyakit rabies.

Lewat vaksin tersebut diharapkan ke depannya dapat mengurangi kasus hewan rabies. Serta adanya penambahan vaksin dari pemerintah, bahkan setiap Kabupaten memiliki pengadaan tersendiri untuk vaksinasi rabies. Sehingga seluruh hewan AKR yang ada di Provinsi Bengkulu, dapat diberikan vaksin secara merata.

“Sebenarnya diharapkan ya untuk vaksin ini mendapatkan penambahan, nah pemerintah daerah khusus kabupaten ini harus mensupport pengendalian rabies ini jangan hanya dari pemerintah Provinsi dan pusat saja. Ya berharap kabupaten bisa secara mandiri mengadakan stok vaksin, karenakan kalau semua di Provinsi yang jangkauannya harus menampung banyak kabupaten/kota  takutnya tidak terakomodir. Nah untuk kabupaten yang memiliki pengadaan sendiri hanya sedikit, hanya Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kota Bengkulu. Kita juga sudah mengajukan ke pusat bahwasannya kita sangat kekurangan vaksi tersebut,” demikian Indah.

Baca Juga
Tinggalkan komen