168 Online dan 380 Cetak, Media Terverifikasi Dewan Pers

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Berdasarkan data yang dimiliki Dewan Pers, diperkirakan ada sekitar 47.000 media yang ada di Indonesia pada saat ini. Jumlah itu terdiri dari media cetak sekitar 2000–2500, media online 43.300, media televisi berjumlah 657 termasuk televisi lokal, dan radio yang masih eksis sekitar 700 radio.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo pada acara penandatanganan kerja sama (MoU) kesepahaman antara Dewan Pers dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk Kerjasama Kemerdekaan Pers, serta mendorong profesionalitas jurnalis media di Provinsi Bengkulu, Selasa (28/11/2017).

Yosep menyebut dari data tersebut media yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers berdasarkan data verifikasi 2015, hanya televisi dan radio yang hampir semua terverifikasi. Sedangkan untuk media online baru 168 media dan media cetak hanya sekitar 380an media yang terverifikasi.

Disamping itu, Yosep juga mengatakan pentingnya peran media di negeri ini untuk kemajuan suatu daerah. Media dapat mendorong sehingga kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tercapai.

“Media punya peran sebagai “public watch dog” jalankan hal tersebut tapi jangan membuat isu, jangan menggiring isu, jangan merugikan juga pemerintah daerah dengan cara memojokan dulu, 86 ujungnya, karena itu bukan pers,” terangnya.

“Kami berharap dengan adanya nanti MoU yang ditandatangani, saya kira media bisa membantu pak Gubernur dan kami semua bisa mendorong untuk menjadikan Bengkulu ini mengejar ketertinggalan dari Provinsi – Provinsi yang lain,” sambung Yosep.

Dia menegaskan Masyarakat pers khususnya, Dewan Pers akan mendorong kerja – kerja Gubernur ke depan melalui kerja sama ini. Ia pun secara khusus mengingatkan kepada rekan wartawan agar menjaga kondisi stabilitas politik.

“Tahun depan adalah momen Pilkada 2018 dan disambung dengan Pemilu 2019 tolong jaga kondisi dan stabilitas politik,” pesanya.

“Supaya pembangunan dan tugas – tugas kepala daerah untuk memajukan daerahnya jangan sampai terganggu oleh isu – isu politik khusunya isu politik yang ada di Jakarta,” tambahnya.

Sementara Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik penandatanganan MoU antara Dewan Pers dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu ini. Dia mengatakan esensi pesannya tidak lain bahwa kedepan keberdaan pers itu betul – betul independen, produktif dan mengedukasi.

“Artinya kita ingin melihat bagimana pers betul – betul independen,” pungkasnya

Dikesempatan itu Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga mengaharapkan rencana aksi yang bisa dikerjasamakan antara pemerintah dengan dewan pers atau dengan awak media.

“Saya harapkan betul – betul yang mewakili OPD – OPD terutama di lingkup Pemprov maupun Kabupaten/Kota bersungguh – sungguhlah mengikuti kegiatan seperti ini dalam rangka membuka wawasan meningkatkan kompetensi kita,” jelas Rohidin Mersyah.

Baca Juga