Warga Ngeluh, Gas Melon Langka, Pangkalan Sebut Bukan Langka Tapi Dijatahi

BENGKULU – Warga Kota Bengkulu mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram saat ini. Tak jarang sejumlah pangkalan tempat penjualan gas elpiji 3 kilogram kosong dan memaksa warga mencari ke tempat lainnya.

Kondisi ini diakui warga sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Warga bahkan harus membeli gas elpiji 3 kilogram dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran di warung-warung, yakni Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000 rupiah per-tabung.

“Sulit sekali kini. Kami cari ke pangkalan kosong terus. Kadang masuk itu sudah kosong langsung. Kami terpaksa beli di warung. Itu harganya mahal dari harga di pangkalan,” ujar Filiana, warga jalan Museum, Kota Bengkulu, Kamis (03/11).

Sementara itu menurut salah satu pihak pangkalan gas elpiji di Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu, Darmansyah menyebut, gas 3 kilogram bukan langka, melainkan, saat ini gas melon itu dijatahi.

Selain itu, kini pangkalan hanya melayani pembelian untuk warga sekitar saja, tidak untuk warga luar. Pembeliannya pun harus didata terlebih dahulu.

“Kita pangkalan gas elpiji saat ini juga mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) setiap kali warga membeli gas elpiji 3 kilogram, untuk pendataan,” kata Darmansyah.

Selain itu, pemilik pangkalan gas juga menyebut, hingga kini masih banyak warga mampu yang ikut membeli gas melon tersebut.

Mereka banyak yang belum sadar bahwa gas 3 kilogram hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin saja.

Baca Juga
Tinggalkan komen