Logo
Dempo Xler

Tak Jual Ke Bulog, Petani Mukomuko Lebih Untung Jual Gabah Ke ‘Toke’

Ilustrasi: Panen Padi

Ilustrasi: Panen Padi

bengkulunews.co.id – Harga gabah kering giling di Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai petani di Kabupaten Mukomuko terlalu rendah. Tak menjual bulog, petani lebih memilih menjual ke pedangan pengumpul atau yang dikenal toke.

“Harga yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 3.750 per kilonya. Sementara harga di toke berkisar 4.300 hingga 4.500 per kg,” kata Hari Mastaman kabid pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Mukomuko, Kamis (7/4)

Kondisi itulah, lanjut Hari Mataman yang menyebabkan petani lebih memilih jual ke toke atau ke pengusaha penggilingan padi, dari pada ke Bulog. Bahkan harga gabah kering di Mukomuko sempat sampai 5.500 per kilo, sedangkan saat ini tengah turun karena ada panen raya padi sawah di Iriasi Manjunto kanan

“Toke-toke di Mukomuko bersaing untuk membeli gabah petani, sehingga mereka berani beli dengan harga di atas harga penetapan pemerintah. Bahkan sebagian toke berani beli dari wailayah Lunang Selaut Sumbar,” paparnya (ant122)