Logo

Sungai di Bengkulu Tercemar Mikroplastik, Penyebab Diabetes hingga Kanker

Partikel Mikroplastik. Ecoton

Partikel Mikroplastik. Ecoton

BENGKULU – Ecological Observation and Wetlands Conversation (Ecoton) merilis temuan mikroplastik yang mencemari sejumlah sungai di Provinsi Bengkulu. Partikel ini disebut berasal dari sampah plastik, tekstil maupun limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan, temuan mikroplasik di sungai Bengkulu terbagi menjadi tiga jenis yaitu Fragmen, Filamen dan Fiber. Partikel ini dianggap berbahaya karena bisa menyerap bahan kimia yang terdapat di dalam air.

“Mikroplastik ini sangat berbahaya karena sebagian besar akan mengganggu sistem hormon dalam tubuh manusia, bisa diabetes, kegemukan dan kanker,” jelas Prigi, Sabtu (30/04/2022).

Dalam penelitiannya, Ecoton telah menemukan partikel mikroplastik dalam feses manusia. Partikel ini diduga masuk ke tubuh melalui air minum yang berasal dari sungai sungai yang tercemar mikroplastik. Bahkan partikel ini juga telah ditemukan pada ikan.

“Potensi ini sangat mungkin terjadi, karena mikroplastik dalam air sungai itu dijadikan bahan baku air minum. Bahkan temuan terbaru menunjukkan adanya mikroplastik pada ikan di perairan pantai Bengkulu,” ungkapnya.

Mengatasi hal ini, Pragil menyarankan masyarakat mulai mengurangi penggunaan benda berbahan dasar plastik berupa penggunaan tas plastik, sedotan, kemasan sachet, botol minum sekali pakai dan Styrofoam.

“Karena lima jenis plastik ini adalah sumber dari mikroplastik,” kata Prigi.

Pemerintah juga diminta untuk membuat regulasi tentang larangan penggunaan benda berbahan plastik, seperti yang telah dilakukan oleh 75 daerah lain di Indonesia.

“Pemkot Bengkulu dan Pemprov Bengkulu juga harus mengendalikan jumlah sampah plastik ini dengan membuat sejumlah regulasi tentang pelarangan penggunaan plastik sekali pakai,” sampai Prigi.