Logo

Museum Sebagai Cermin Sejarah

Asisten I Pemprov Bengkulu Iskandar ZO (tengah) membuka pameran senjata tradisional

Asisten I Pemprov Bengkulu Iskandar ZO (tengah) membuka pameran senjata tradisional

bengkulunews.co.id – Asisten I Pemprov Bengkulu Iskandar ZO memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Pameran Bersama Museum Se- Sumatera, acara bertajuk “Senjata Tradisional dalam Keragaman Budaya Sumatera” ini digelar di pelataran UPTD Museum Negeri Bengkulu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Bengkulu.

Menurut Iskandar, dengan adanya pelaksanaan pameran ini menjadikan kita sebagai bangsa yang menghargai leluhur dan pahlawan, ikut serta dalam menjaga warisan bangsa. “Pemda provinsi mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, kedepan acara seperti ini diharapkan tidak hanya di tingkat regional, namun juga tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu Iskandar ZO dalam sambutannya sebelum membuka pameran.

Seperti yang dijadwalkan, pameran tersebut akan berlangsung hingga 3 Desember 2016. Adapun peserta dalam pameran ini berasal dari 8 Museum di wilayah pulau Sumatera, yakni dari Museum Aceh, Museum Negeri Sumatera Barat, Museum Negeri Sumatera Utara, Museum Negeri “Sang Nila Utama” Riau, Museum Negeri “Siginjei” Jambi, Museum Negeri Sumatera Selatan “Balaputra Dewa, Museum Negeri Bengkulu dan Museum Negeri “Ruwa Jurai” Lampung.

Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu Suharto yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengaku kegiatan seperti ini jelas menarik perhatian masyarakat, khususnya bagi pelajar. Selain itu, pameran seperti ini perlu terus digalakkan, karena sejak makin canggihnya teknologi dewasa ini, keberadaan museum semakin kurang diminati.

“Museum adalah satu – satunya senjata yang ampuh dan telah ada hasilnya, bisa memerdekakan bangsa Indonesia,” ungkap Suharto.

Oleh karena itu tambah Suharto, keberadaan museum harus menjadi perhatian para pejabat khususnya di Provinsi Bengkulu. hal ini mengingat museum merupakan cerminan dari perjuangan leluhur dan pahlawan dalam memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mengajak pejabat di jajaran provinsi perlu melertarikan dan meningkatkan, supaya memahami sejarah yang berharga ini jangan sampai punah,” tutup Suharto.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu Nirwan Sukandri mengatakan, dibawah kendali Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, kedepan pihaknya akan melakukan peningkatan pelayanan, pengamanan, desain museum yang lebih baik dan memperbanyak kegiatan pameran, meskipun sering terkendala terkait penganggaran. Sehingga dengan hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan minat pengunjung untuk datang ke museum.

“Museum ini merupakan tempat menyimpan, memelihara dan melestarikan peninggalan sejarah sekaligus sebagai media informasi. Meskipun masih banyak kendala yang kita hadapi, namun kita akan terus berupaya menjadikan museum sebagai objek wisata sebagai gerbang informasi sejarah,” jelas Nirwan Sukandri didepan awak media.

Dari data UPTD Museum Negeri Bengkulu senjata tradisional sekitar 120 senjata tradisional ditampilkan. Sementara dari Provinsi Bengkulu ditampilkan 21 jenis senjata tradisional, seperti Kerambit, Keris Berluk dan Parang Enggano. (rn)