Logo

Liburan Sembari Memetik Buah di Kampung Buah Agrefi Bengkulu

Liburan Sembari Memetik Buah di Kampung Buah Agrefi Bengkulu

BENGKULU – Kampung Jambu Agrefi, yang berada di Jalan Mahoni, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, bisa menjadi solusi untuk mengisi libur pada akhir pekan bersama keluarga guna menghilangkan rasa penat.

Pemilik Kampung Jambu Agrefi, Nova Fatma menjelaskan, berdirinya Kampung Jambu saat ia melihat banyaknya kebun buah yang dibuat pemiliknya menjadi tempat wisata. Hal itulah yang membuat dirinya untuk ikut menjadikan kebunnya sendiri menjadi tempat wisata.

“Kampung Jambu dibuka untuk umum sudah 1,5 tahun, pertama kali dibuka pada saat lebaran haji, melihat banyak kebun buah saya berinisiatif kenapa tidak untuk Bengkulu,” katanya saat diwawancarai Bengkulunews.co.id, Jum’at (24/11/2023).

Nova mengatakan kampung jambu ini memiliki sekitar 500 pohon dengan 3 jenis jambu, seperti jambu madu delli, jambu kristal putih dan jambu kristal merah.

“Kita ada 500 pohon dari awal tanam sampai sekarang tidak berubah, karena ketika mati itu langsung kita ganti pohonnya,” sampainya.

Sementara itu, untuk biaya masuk Kampung Jambu Agrefi ini terbilang murah, yakni hanya 5.000 perorang.

Disana pengunjung bebas berkeliling dan memetik buah dari pohonya. Namun dengan syarat tidak diperbolehkan membuang jambu. Jika ingin membawa buah jambu pulang, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar 25.000 perkilo.

“Kalau untuk mencicip boleh hanya saja syaratnya tidak boleh dibuang dan harus dihabiskan, kalau mau petik dan bawak pulang juga boleh, 1kg harganya 25.000 untuk semua jenis jambu,” jelasnya.

Nova menuturkan, dalam perawatan kampung jambu ini penuh dengan tenaga yang ekstra, setiap hari harus rajin merawat dan memberi makan seperti pupuk agar tanaman selalu tetap subur.

“Mereka ini sama seperti anak kita jadi harus rajin merawatnya memberi makan dan pupuk agar tetap segar,” sampainya.

Selanjutnya ia mengatakan wisata kampung jambu ini sendiri juga menjadi wadah belajar bagi para siswa-siswi, banyak sekolah-sekolah yang mengedukasi siswanya dengan cara belajar disini.

“Ini juga menjadi edukasi bagi para anak-anak, mereka dapat belajar mengenai tanaman disini,” demikiannya.

Kampung Jambu Agrefi ini sendiri memiliki motto “Silahkan masuk, berbahagialah jaga etika jaga akhlak jaga kebersihan anggaplah ini kebun kota sendiri”.

“Jadi setiap yang datang harus menjaga kebersihan  dan tidak boleh membuang-buang jambu yang sudah dipetik,” tutupnya.