Logo

Kembangkan Pariwisata Enggano, Bengkulu Susun Rencana

Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Pulau Enggano untuk mengembangkan kawasan itu menjadi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Pariwisata.

“Penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata Pulau Enggano diserahkan ke konsultan dengan dana dekonsentrasi dari pusat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Rudi Perdana saat bimbingan teknis perancangan kawasan strategis pariwisata nasional Pulau Enggano di Kota Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan bimbingan teknis perancangan kawasan strategis pariwisata yang diikuti peserta dari lintas sektor merupakan bagian dari proses penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripda) Pulau Enggano.

Peserta bimbingan teknis yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan pejabat dinas terkait dimintai pendapat tentang pengembangan pariwisata di pulau terluar berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu itu.

“Bimbingan teknis ini semacam jaring aspirasi dari seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pelaku jasa pariwisata,” kata dia.

Setelah penyusunan Ripda, seluruh pihak yang terlibat diharapkan menjalankan peran dan fungsi masing-masing mulai pembangunan infrastruktur pariwisata, transportasi hingga biro perjalanan wisata.

Meski pemerintah baru menyusun rencana induk, sejumlah pengusaha jasa wisata sudah menyediakan akomodasi wisata di pulau berpenghuni tersebut.

Penyedia akomodasi wisata Pulau Enggano, Bruce Levick menyebutkan wisata yang ditawarkan adalah konsep alam bebas atau “camping” dengan beragam paket, antara lain “snorkeling”, memancing, susur hutan mangrove dan pemantauan burung atau “bird watching”.

“Kami menyediakan penginapan di pondok dengan fasilitas mandi dengan harga Rp 150 ribu per malam,” kata Bruce.

Menurutnya, pengembangan pariwisata di pulau terluar itu memiliki tantangan tersendiri. Kendala utama adalah biaya transportasi yang mahal untuk mengangkut material pembangunan fasilitas wisata yang biayanya beberapa kali lipat bila dibandingkan dengan pembangunan fasilitas serupa di Kota Bengkulu.

Pulau Enggano yang berada di Samudra Hindia merupakan pulau terluar berpenghuni 2.800 jiwa yang dapat diakses dengan kapal laut dan pesawat terbang.

Di pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara itu, terdapat dua dermaga yakni di Desa Kahyapu untuk sandar kapal feri Pulo Tello, dan dermaga Desa Malakoni untuk sandar kapal perintis.

Sedangkan transportasi udara dilayani pesawat Susi Air dengan jadwal dua kali dalam sepekan melalui bandara perintis di Desa Banjarsari

Sumber: ANTARA BENGKULU