Logo

Kebakaran Rutan, Tak Padamkan Komitmen Perang Terhadap Narkoba

bengkulunews.co.id – Kebakaran rutan Malabero yang terjadi Jumat malam lalu (25/3) yang dipicu razia dan penjemputan terduga ‘pebisnis’ narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, sehingga terjadi perlawanan dan ricuh itu, tak akan padamkan semangat perangi terhadap penyalahgunaan narkoba. Komitmen memberantas narkoba, termasuk memberantas dari dalam rutan ataupun lapas tak akan surut dan tetap menjadi prioritas.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu, Dewa Putu Gede. Ia mengatakan kejadian yang mengakibatkan hingga 5 orang tahanan tewas itu, tak akan mengendorkan semangat pemberantasan narkoba.

Kericuhan sebelum kebakaran, diduga kuat karena kedatangan pihak BNN Provinsi Bengkulu yang sebelumnya sudah ke lapas Bentiring Kota Bengkulu dan mengamankan sejumlah tersangka. Hasil pengembangan operasi dari sana, menuntun pihak BNN dan tim gabungan untuk menngeledah ruang tahanan tersangka narkoba di Malabero.

“Kami memberi izin ke BNN Provinsi untuk melakukan penggeledahan di rutan Malabero,” katanya, Sabtu (26/3)

Namun, peristiwa tak terduga terjadi Jumat sore itu, saat penggeledahan narkoba di Rutan Malabero. Saat petugas BNN Provinsi hendak menjemput dan menangkap salah seorang tersangka. Tahanan lain melakukan perlawanan dengan merusak sel serta membakar ruang tahanan Rutan Malabero.

Akibatnya, rutan Malabero ludes dilahap sijago merah, lima orang tahanan meninggal dunia, seorang luka, dan sebanyak 252 orang dipindahkan ke Lapas Bentiring. Sedangkan untuk kasus pembakaran rutan malam itu, sampai saat ini belum ada ditetapkan sebagai tersangka. Sebab pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (122.more)