Logo

Kakek Korban Kebakaran Butuh Uluran Tangan

Korban kebakaran Pasar Melintang saat menerima bantuan dari Dedy Wahyudi. Foto : Cya

Korban kebakaran Pasar Melintang saat menerima bantuan dari Dedy Wahyudi. Foto : Cya

Korban kebakaran Pasar Melintang saat menerima bantuan dari Dedy Wahyudi. Foto : Cya

BENGKULU – Dua keluarga yang menjadi korban atas musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pasar Melintang Kecamatan Teluk Segara, pada Rabu 31/1/2018 lalu, terpaksa mengungsi ke rumah warga. Ini lantaran tempat kediaman keduanya hanya bersisa puing akibat dilalap si jago merah.

Korban tersebut adalah Kakek Hasan Amin (80) yang tinggal sendirian dirumahnya dan Saripudin (45) bersama istri dan satu anaknya. Saripudin merupakan keponakan Kakek Hasan Amin, yang rumahnya berdempetan dengan Kakek Hasan Amin.

Dijelaskan Ridwan Ketua RT 1 Kelurahan Pasar Melintang Kecamatan Teluk Segara saat kebakaran hanya ada Hasan Amin yang tinggal di rumahnya.

“Ya saat itu, keluarga Pak Sarupudin sedang pergi, cuma ada Pak Hasan Amin saja dirumahnya, keluar rumah waktu itu Pak Hasan Amin dibantu warga setempat karena apinya cepat sekali besar,” ucapnya.

Akibat kejadian ini, satu rumah kayu yang ditinggali Hasan Amin dan keluarga Saripudin beserta dua unit motor, vixion dan revo milik keluarga Saripudin ludes terbakar. Atas musibah kebakaran ini, kerugian diperkirakan Ridwan mencapai Rp.150 Juta. Tidak hanya itu, beberapa rumah lain yang berdekatan dengan rumah keduanya juga ikut terkena dampak dari jilatan api.

Saat ini, Ridwan dan warga setempat tengah menggalang dana untuk membantu Hasan Amin dan keluarga Saripudin. Dana yang telah terkumpul sebanyak Rp. 2 juta, sementara itu dana yang berasal dari kotak sumbangan non warga setempat terkumpul sebanyak Rp. 1 juta rupiah.

“Kita masih menggalang dana, dan dana ini nanti akan kita serahkan langsung kepada Pak Hasan Amin dan Pak Saripudin,” ujar Ridwan.

Selain itu, bantuan juga turun dari Dinas Sosial Kota Bengkulu dan Eks GM RBTV Dedi Wahyudi yang menyambangi korban kebakaran pada Jum'at pagi (2/2/2018).

“Saya turut prihatin atas apa yang menimpa korban, kebetulan juga lokasinya dekat dengan rumah ibu mertua saya, jadi saya ingin membantu meringankan beban mereka dalam bentuk apapun, entah itu makanan, pakaian, dan sedikit bantuan lainnya,” tutur Dedi Wahyudi.

Saat ini, Ridwan dan warga setempat masih mengharapkan bantuan dari masyarakat maupun pemerintah yang ingin meringankan beban korban kebakaran.