Kadinkes Sebut Sumber Keterangan Pers Gubernur Rohidin dari Data Pasien

Erlan Oktriandi
Kadinkes Sebut Sumber Keterangan Pers Gubernur Rohidin dari Data Pasien

Kadinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni (dua dari kanan)

Bengkulu – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menanggapi beberapa komentar soal kronologi perjalanan dan tracking interaksi pasien meninggal di RSUD M Yunus positif terinfeksi corona virus disease (Covid-19).

Herwan Antoni mengatakan paparan kronologi yang disampaikan oleh Gubernur Rohidin saat jumpa pers pada Selasa (31/3/20) kemarin, bersumber dari data pasien itu sendiri. Data itu didapat oleh tim medis saat pasien dimintai keterangan.

“Sesuai prosedurnya, tim medis juga mendata pasien termasuk tracking interaksi maupun perjalanan pasien selain riwayat kesehatan. Bisa langsung dari pasien maupun pendamping pasien jika ada,” kata Herwan Antoni, Rabu (1/4/20).

Sebab itu, lanjutnya, setiap pasien yang masih bisa memberikan keterangan riwayat perjalanan maupun interaksi diminta menjawab secara jujur, karena menyangkut risiko banyak orang termasuk tim medis sendiri.

“Apa yang disampaikan gubernur itu bukan mengada-ada, apalagi karangan. Namun dari catatan atau data tim medis yang sumbernya dari pasien sendiri. Sesuai prosedur gugus tugas covid-19, kewajiban menyampaikan informasi agar tidak simpang siur harus kami lakukan,” tandasnya.

Herwan menegaskas bahwa penularan virus Covid-19 tidak bisa dianggap remeh. Keterangan yang valid dari pasien sangat dibutuhkan. Agar siapa saja yang berinteraksi bisa ditelusuri.

“Mudah-mudahan yang terlanjur berinteraksi, selalu dalam keadaan sehat dan tidak tertular. Semuanya negatif corona, itu harapan kita semua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Selasa (31/3/20) pagi menggelar jumpa pers.

Dalam keterangan persnya gubernur menyampaikan Provinsi Bengkulu masuk zona merah. Satu orang pasien yang meninggal di RSUD M Yunus positif terinfeksi corona virus disease (Covid-19).

Adalah NS (59) warga Lampung datang ke Bengkulu pada 5 Maret lalu, bersama rombongan Jamaah Tabligh asal Lampung.

Keterangan itu disampaikan menyusul setelah hasil laboraturium pasien tersebut diterimanya pada malam harinya.

Dalam keterangan persnya itu, Gubernur Rohidin juga menaikkan Provinsi Bengkulu dari status siaga naik menjadi darurat Covid-19.

Untuk pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, Gubernur meminta perjalanan dan tracking interaksi pasien ditelusuri.

Juga menginstruksikan agar dilakukan sterilisasi lingkungan tempat pasien bertempat tinggal selama di Bengkulu.(okd)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!