Logo

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Tara

Teman sekelas Auzia. Foto : Maya

Teman sekelas Auzia. Foto : Maya

Teman sekelas Auzia. Foto : Maya

KOTA BENGKULU – Isak tangis keluarga, mewarnai kedatangan jenazah Auzia Umi Detra di kediamannya, Jalan pariwisata no 1 RT 10 RW 4 Kelurahan Timur Indah, Kamis (8/2/2018).

Ratusan kerabat jenazah yang hadir pun tidak mampu menahan airmata, melihat adik dan sahabat yang mereka cintai pergi untuk selama-lamanya dengan cerita yang tragis.

Paman Auzia Drs. Effendy MS, dalam kata sambutannya di depan peti jenazah, mengungkapkan dan memgingatkan kepada yang hadir agar bisa mengenang Almarhumah Auzia dengan baik dan menjadikan semua yang sudah terjadi sebagai suatu pelajaran.

“Ingat saja, tinggalkan kenangan yang baik, mudah-mudahan kenangan itu akan menjadi pelajaran untuk kita,” ujar Effendy.

Tidak hanya itu, tak henti-hentinya Effendy mengingatkan, agar kebenaran segera terungkap, dan menghimbau kepada guru-guru di Bengkulu agar lebih memperhatikan perkembangan siswa didiknya.

“Kepada bapak ibu guru, tolong betul-betul dijaga, guru-guru bukan mengajar tapi mendidik anak, bagaimana perangai anak perlu di kontrol,” demikian Effendy.

Tunggu Kedatangan Jenazah Auzia, Warga Padati TPU Bukit Macang

Ditempat terpisah, ratusan Warga memadati TPU Bukit Macang, Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu .

Ratusan Warga itu tak lain menunggu kedatangan jenazah Auzia Umi Detra, pelajar SMAN 4, yang ditemukan tewas di kawasan Lentera Merah Pulau Bai, pada Rabu 7 Januari kemarin.

Jenazah Auzia dimakamkan di TPU Bukit Macang pada pukul 05.01 wib sore, setelah sempat dilakukan otopsi di RS Bhayangkara.

Sosok Almarhumah Auzia Dimata Teman

Auzia Umi Detra, siswi kelas XI jurusan IPA yang menjadi korban keganasan tersangka DN dikenang sebagai sosok gadis ceria dimata teman-temannya.

Akrab disapa Tara, Auzia aktif mengikuti kegiatan sekolah. Ia menjadi anggota OSIS periode 2016-2017, terpilih sebagai penari tari persembahan di setiap acara besar SMAN 4 Kota Bengkulu, sekaligus atlet taekwondo bersabuk kuning.

Diakui Neri Safarni, satu hal yang sangat melekat dari seorang Auzia, dia gadis yang ceria dan mudah bergaul dengan kawan-kawan.

“Pas baru bergabung di Taekwondo, kami ingat sekali dengan senyuman Auzia yang cantik itu, dia orang murah banget tersenyum, ceria, juga care sama teman-teman,” tutur Neri teman se-Taekwondo Auzia sambil mengenang sosok Auzia.

Seminggu menghilang, teman sekolah Auzia tak menyangka ia kembali dengan keadaan tak bernyawa.

“Kami syok, yang pasti kami syok gak percaya kalau pelaku bisa sekeji itu sama Auzia,” ujar Nerry teman se-Taekwondo Auzia.

Sementara itu, Wakil Kesiswaan Fauzun, S.sos mengatakan Auzia merupakan siswi yang cukup berprestasi disekolah.

“Selain aktif di ekstrakulikuler tari dan taekwondo, Auzia anak kami ini di kelas tergolong kesiswa yang berprestasi, karena dia selalu masuk 10 besar,” tutur Fauzun.

“Dia cantik, karena itu dipilih sebagai siswi yang membawakan tarian persembahan saat acara-acara besar yang diadakan di sekolah,” pungkas Fauzun.