Logo
Dempo Xler

Ini 5 Rumusan Gubernur Bengkulu Menuju Visit 2020

Rapat Terbatas Program Perioritas ke 4 dan ke 5(1)

Rapat Terbatas Program Perioritas ke 4 dan ke 5(1)

Rapat Terbatas Program Perioritas ke 4 dan ke 5

KOTA BENGKULU, bengkulunews.co.id – Salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah, yang hingga saat ini terus dipromosikan yakni Visit 2020 Wonderful Bengkulu. Untuk mensukseskan program tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait harus merumuskan beberapa point pendukung.

Menurut Gubernur, ada 5 point penting yang wajib dirumuskan dalam pengembangan pariwisasta di Provinsi Bengkulu. Dimulai dengan mempersiapkan objek wisatanya, menyiapkan event, sarana prasarana (sapras), produk wisatanya serta yang terakhir yakni penyiapan kultur atau budaya masyarakatnya menuju masyarakat wisata.

“Jadi kita tidak perlu banyak–banyak, cukup 10 wisata saja dari masing–masing kabupaten kota, tapi itu paten. Terus bagaimana merumuskannya, ya perlu adanya koordinasi antar OPD bersama tim Pokja,” jelas Gubernur Bengkulu yang akrab disapa RM saat memimpin rapat program prioritas, Jumat (03/3/2017).

Di samping itu, lanjut RM, untuk merealisasikan 5 point rumusan dalam mensukseskan visit 2020 wonderful Bengkulu, setiap OPD teknis juga harus intens melakukan koordinasi dengan pihak 10 pemkab kabupaten kota di Provinsi Bengkulu. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang justru tidak sinkron dengan program tersebut. Untuk selanjutnya, menghindari perdebatan panjang dengan pihak kabupaten kota menentukan objek wisata andalan masing–masing, OPD teknis harus cepat melakukan pendataan wisata.

“Untuk objek wisatanya saja perdebatannya panjang ini. Makanya carilah cepat–cepat pihak yang objektif. Jangan sampai air terjun hanya 1 meter dijadikan wisata andalan. Terus bagaimana menentukannya, ya tentunya dengan menentukan rating atau peringkatnya,” ujarnya.

Selain membahas program prioritas terkait pengembangan wisata andalan, dalam kesempatan ini, RM juga meminta kepada OPD teknis terkait, seperti Badan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, untuk fokus dalam melaksanakan transformasi birokrasi berbasis IT menuju clean and good governance. Mewujudkan hal tersebut, OPD teknis harus melakukan tindakan atau aksi dasar yakni dimulai merubah kultur kinerja dan semangat kerja Pejabat serta pegawai di jajaran Pemda Provinsi Bengkulu.

“Pertama itu tidak akan profesional jika tidak dilakukan diklat atau bimtek. Kedua dipersiapkan tunjangan kinerja. Selanjutnya harus dipikirkan saprasnya seperti kantor yang representative serta yang terakhir harus terjalin komunikasi antara OPD yang ada,” papar RM.