HKTI Dukung Satu Pulau di Bengkulu sebagai Pulau Karantina Hewan

Ir Totok Sugiarto bersama Drs Ruspian Ketua OKK HKTI pusat saat melakukan peninjauan kawasan Pulau Baai Bengkulu
Ir Totok Sugiarto bersama Drs Ruspian Ketua OKK HKTI pusat saat melakukan peninjauan kawasan Pulau Baai Bengkulu

Bengkulu – Pengurus pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan dukungannya terhadap penetapan salah satu pulau di Provinsi Bengkulu sebagai Pulau Karantina Hewan.

Hal ini disampaikan oleh pengurus pusat HKTI, Ir Totok Sugiarto, di dampingi Drs Ruspian, Ketua OKK HKTI pusat saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Senin (11/12/2017).

Dalam kunjungan tersebut, pengurus HKTI pusat bersama pengurus daerah HKTI Bengkulu, melihat langsung lokasi Pelabuhan Pulau Baai, didampingi oleh manajemen PT Pelindo II (persero) Cabang Bengkulu.

Pengurus HKTI pusat, meninjau salah satu lokasi yang akan dikembangkan oleh PT Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu untuk pengembangan dermaga ternak.

Dalam roadmapnya, salah satu proyek strategis yang akan dikembangkan oleh PT Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu, membangun dermaga khusus ternak. Program ini telah dimulai dengan menggandeng Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Bengkulu dan BUMP Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berkolaborasi menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai lumbung daging nasional, dalam rangka mendukung program Swasembada daging.

IPC Bengkulu sendiri memberi dukungan penuh paca produktifitas bongkar muat, menyiapkan dermaga khusus ternak, membangun life stock terminal seluas 200 hektar yang peruntukannya untuk terminal hewan ternak, sekaligus menjadi Hub wilayah Sumatera.

Sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Kementerian Perhubungan yang diterbitkan pada bulan Desember 2016, master plan pengembangan pelabuhan Baai Bengkulu telah menyiapkan zonasi khusus peruntukan bagi kegiatan pengembangan hewan ternak antar Provinsi.

Baca Juga
Tinggalkan komen