Harga Beras Tinggi, Presiden Minta Bulog Gelar Operasi Pasar

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution mengatakan Presiden Jokowi meminta Perum Bulog melakukan operasi pasar di seluruh Indonesia. Hal ini berguna untuk menekan harga beras yang saat ini tengah melambung tinggi.

“Kita memang ingin supaya harga berasnya turun, sekarang masih terlalu tinggi, melihat situasi itu Bulog diminta supaya lakukan operasi pasar,” kata Darmin, dilansir dari kompas.com

Diketahui, Saat ini Harga beras kualitas premium di penggilingan naik 0,31 persen menjadi Rp 10.382 per kg dari Januari yang sebesar Rp 10.350 per kg. Untuk beras kualitas medium naik 0,37 persen menjadi Rp 10.215 per kg dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 10.177 per kg. Sedangkan untuk kualitas rendah naik 1,99 persen menjadi 9.987 per kg dari Januari yang sebesar Rp 9.793 per kg. Harga ini dinilai terlalu tinggi untuk dijual ke masyarakat.

“Kita ingin turun harganya karena kalau tidak orang miskin bisa semakin banyak, karena tingkat kemiskinan itu diukurnya dengan belanja harga beras,” ujar Darmin.

Darmin menjelaskan, stok beras yang tersedia di gudang Bulog saat ini sekitar 700.000 ton, belum termasuk beras impor sebanyak 260.000 ton. Jumlah ini dirasa cukup banyak untuk menekan peredaran beras dengan harga tinggi.

“Jadi kita cukup stoknya, dimana biasanya kita operasi pasar akan bergerak pada angka 140 ribu ton (beras) sekali operasi pasar dan sebenarnya perintahnya (operasi pasar) sampai lebaran,” ucap Darmin.

Perintah ini ditanggapi oleh Direktur Bulog, Djarot Kusumayakti. Djarot menyampaikan Bulog siap untuk menggelar operasi pasar di seluruh Indonesia.

“Hari ini bicara bagaimana menurunkan harga beras, jadi kita operasi pasar di seluruh Indonesia, ini perintah Presiden,” ucap Djarot.

Berita Terkait : Beras Lokal Langka, Harga Beras Melambung

Baca Juga
Tinggalkan komen