Logo

Dampak Literasi Media Digital Terhadap Etika Anak Muda dan Cara Mengatasinya

Dampak Literasi Media Digital Terhadap Etika Anak Muda dan Cara Mengatasinya

BENGKULU – Media digital merupakan wadah yang mampu menampung data melalui angka atau digit. Bisa berupa media sosial, video, foto dan lainnya.

Namun seiring perkembangannya media digital terkhusus medsos banyak memberikan dampak bagi anak muda, baik secara positif maupun negatif.

Dampak positif dari media digital dapat menjadi tambahan penghasilan bagi anak muda. Maupun penambah informasi dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Tidak hanya itu lewat media digital dapat membangun keterampilan dan relasi untuk masa depan.

Sedangkan pada dampak negatifnya anak-anak akan lebih mudah mengutarakan isi hati maupun pikiran yang dimiliki. Sehingga isu mengenai etika anak muda di media sosial yang dirasa tidak sesuai dengan nilai-nilai moral juga ikut terseret. Baik dari perkataan, tindakan maupun cara berpakaian di media sosial.

Jurnalis Tempo, Pesi menuturkan memang bahwa teknoligi pastilah tidak lepas dari dampak negatif dan positif. Sehingga hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana cara agar isu tersebut dapat ditampik.

“Teknologi atau apapun itu jika tidak digunakan dengan baik akan berdampak buruk. Sehingga kita mengajak anak muda untuk dapat menggunakan dunia media digital untuk hal baik, karena kalau dicari sebenarnya tidak ada yang baik,” kata Pesi ketika menjawab pertanyaan dari peserta di Workshop Pelatihan Literasi Media Digital Sabtu (16/12/23) siang.

Oleh karena itu dalam menyikapi isu serta dampak negatif dari media digital, masyarakat diminta menyikapi hal tersebut secara bijak. Baik dimulai dari penggunaan media sosial secara benar dan adanya batasan kepada anak anak dalam penggunaan media digital.

Serta memanfaatkan media digital untuk mendapatkan pembelajaran baik bidang pendidikan maupun keterampilan lain.

“Jadi yang perlu ditanamkan diri kita itu ambil yang positif saja,” lanjutnya.

Selain itu dalam menegaskan identitas diri baik di media sosial maupun dunia nyata, kembali kepada diri sendiri. Apakah seseorang dapat memahami pemahaman yang baik dalam media digital agar tidak terpengaruh hal-hal negatif.

“Semua kembali pada diri kita, maukah kita belajar menggunakan media digital sebaik-baiknya. Salah satunya bisa mengikuti workshop,” demikian Pesi.