Logo
Dempo Xler

Cerita Erna Jual Lemang Selama Lima Tahun Sampai ke Luar Kota

Penjual Lemang Tapai. Foto, Cindy

Penjual Lemang Tapai. Foto, Cindy

BENGKULU – Salah satu pedagang Lemang Tapai di daerah Sungai Rupat, Ernawati (45) mengaku sudah menjual makanan tersebut selama 5 tahun.

Ernawati ibu dari 4 anak ini memulai usahanya sejak tahun 2017 hingga kini. Ia tidak membuat sendiri Lemang Tapai yang dijualnya, melainkan mengambil pada orang lain.

Walaupun untung yang didapat dari hasil menjual Lemang tidak seberapa, Erni mampu membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah anak-anaknya.

“Alhamdulilah bisa sampai anak saya sekolah, walau cuman untung seribu, dua ribu. Anak juga 2 sudah menikah, 2 lagi masih sekolah,” kata Ernawati pada Bengkulunews.co.id (30/05/22) siang.

Untuk tiba ketempat jualan, Ia harus menumpuh waktu kurang lebih 9 menit. Dan kerapkali diantar oleh suaminya yang merupakan seorang buruh, Ia juga sering kali menaiki angkutan umum, untuk berjualan.

“Kalau rumah saya dikadang sana, ya kadang diantarkan, kadang-kadang naik angkut,” sambungnya.

Bangunan kayu yang luasnya tidak seberapa, dengan dibekali kepercayaan Erna mengais rezekinya di tempat tersebut.

Makanan dari beras dan santan ini, dijual dengan harga harga Rp15 ribu untuk ukuran lemang besar dan lemang kecil Rp10 ribu, sedangkan untuk tambahan ketan seharga Rp5 ribu.

Erna mengatakan sehari la dapat menjual 30 sampai 40 Lemang tapai, makanan tersebut tidak hanya diminati di Bengkulu saja tapi juga sering dijadikan oleh-oleh keluar kota.

“Lumayan banyak, ada orang yang bawa oleh-oleh ke Jakarta, Lampung, sama Palembang,” tuturnya.

Ia berjualan dari jam 8 pagi hingga 5 sore, Erna berharap kedepannya bisa memiliki tempat sendiri untuk berjualan. Tidak seperti sekarang ini.

“Ya harapannya punya tempat ya, punya kita sendiri,” demikian Ernawati.