Berita bengkulu
Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

BNPT Dan FKPT Gandeng Media, Cegah Terorisme Di Bengkulu

BNPT Dan FKPT ingin semua jurnalis tahu kode etik dalam peliputan terkait terorisme, Kamis (20/10)
BNPT Dan FKPT ingin semua jurnalis tahu kode etik dalam peliputan terkait terorisme, Kamis (20/10)
BNPT Dan FKPT ingin semua jurnalis tahu kode etik dalam peliputan terkait terorisme, Kamis (20/10)

bengkulunews.co.id – Untuk mengantisipasi munculnya terorisme di Bengkulu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bengkulu mengadakan sosialisasi kepada seluruh media yang ada di Bengkulu, Kamis (20/10) di Raflesia Hotel. Salah satu narasumber sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah Bengkulu, Zaky Antony SH, MH, ikut memberikan materi.

Zaky sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Bahkan dia sempat mengatakan kalau Bengkulu ini perna disinggahi oleh gembong teroris Dr. Azhari dan Nurdin M. Top. “Ini sangat penting, karena dulu waktu saya masih jadi wartawan pada 2003 dan pernah mewawancarai keluarga salah seorang terduga teroris yang merupakan warga Bengkulu, Sardona Siliwangi, yang tewas tertembak oleh polisi. Sardona pernah menampung gembong teroris  Dr. Azhari dan Nurdin dirumahnya,” kata zaky.

Disamping itu, anggota Dewan Pers Pusat, Imam Wahyudi mengatakan, karena terorisme ini adalah tindak kejahatan yang luar biasa maka wartawan harus menguasai pedoman didalam meliput terorisme. Pedoman Liputan terorisme ini merupakan turunan dari Undang-undang nomor 40 tahun 1999, tentang pers maupun kode etik jurnalistik.

“Kita belajar dari kesalahan pemberitaan salah satu media elektronik di Indonesia yang memberitakan tentang penyergapan terduga teroris Nordin M Top di Jawa Tengah. Ditayangkan dijelaskan posisi Densus dan berapa jumlah anggota Densus karena ini dapat dimanfaatkan oleh komplotan teroris yang menonton berita ini dan menelpon teroris yang sudah dikepung oleh Densus,” jelasnya. Maka dari itu pada tahun 2013 dewan pers membuat pedoman liputan terorisme yang merupakan turunan dari Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers maupun kode etik jurnalistik.

Semua peserta sangat terkesan dengan kegiatan ini. Adapun meminta kegiatan ini terus dilakukan karena selain mendapatkan ilmu, juga mempererat silaturahmi antar wartawan seluruh media yang ada di Bengkulu ini dan yang Pasti ikut mencegah pegerakkan teroris.(cw1)

Baca Juga
Tinggalkan komen