Blender VS Juicer: Mana yang Lebih Baik?

Blender VS Juicer: Mana yang Lebih Baik?

Ilustrasi

Buah dan sayur memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Selain rasanya yang enak dan menyegarkan, kandungan nutrisinya dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Inilah yang membuat ahli medis kerap menyarankan mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari.

Makanan ini dapat diolah dengan berbagai cara tetapi yang cukup praktis adalah dibuat jus atau smoothies. Loh emang jus sama smoothies beda? Yes, beda!

Jus adalah buah atau sayur yang dilunakkan dan hasil olahannya tidak ada ampas (melalui proses penyaringan). Sedangkan smoothies, merupakan hasil olahannya terdapat sari makanan dan ampas (tanpa disaring).

Agar lebih mudah dalam membuat jus atau smoothies, sebaiknya gunakan bantuan alat elektronik berupa blender atau juicer.

Kedua alat ini memang mampu melunakan bahan makanan tetapi terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Apa saja? Yuk dapatkan jawabannya di bawah ini:

Cara kerja

Blender. Alat elektronik ini digunakan untuk mencampur dan sekaligus menghancurkan bahan makanan. Berikut cara pakai blender secara singkat:

  • Masukan buah atau sayur ke dalam jug
  • Tambahkan cairan berupa air, susu, atau minyak
  • Tutup jar dan nyalakan mesin
  • Setel kecepatan sesuai selera
  • Jika sudah halus, segera matikan blender
  • Smoothies siap dinikmati. Namun, apabila Anda ingin menjadikannya jus, Anda harus menyaring manual menggunakan penyaring kopi atau kain cheesecloth untuk memisahkan ampasnya

Juicer. Fungsi utama juicer adalah memeras dan memisahkan ampasnya. Berikut lebih detailnya:

  • Nyalakan mesin
  • Masukan satu persatu bahan
  • Tidak perlu menambahkan air seperti blender
  • Dorong dengan tongkat agar semua bahan masuk ke mata pisau dan saringan
  • Ampas dan sari makanan akan keluar dari arah yang berbeda atau terpisah

Hasil Olah

Cara kerja yang berbeda juga menyebabkan hasil olahan yang berbeda pula. Singkatnya, blender bisa digunakan untuk membuat jus (tanpa ampas) maupun smoothies (ada ampas). Namun, untuk jus Anda perlu melakukan penyaringan manual. Sedangkan, juicer dapat lebih simple dalam membuat jus karena dapat menyaring sendiri tetapi tidak cocok digunakan untuk membuat smoothies.

Harga

Harga blender dengan juicer cukup berjauhan. Blender yang dijual di pasaran rata-rata mematok harga sekitar harga 200 ribu hingga 2 juta rupiah. Sedangkan, juicer berada di kisaran 400 ribu hingga 6 juta rupiah. Relatif mahal!

Rentang harga pada blender dan juicer dipengaruhi oleh brand, kapasitas, dan kualitas produk. Sebagai contoh: Blender Philips tipe HR 2223 dijual sekitar 700 ribu rupiah, ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan blender Miyako BL 101 PL yang harganya 200 ribuan. Ini wajar karena blender Philips seri ini memiliki kekuatan motor 2 kali lipat.

Bahkan, garansi yang ditawarkan cukup lama yaitu 2 tahun, sedangkan merek lain biasanya hanya mampu menawarkan garansi setahun. Mahal tapi worth it sih!

Penggunaan Listrik

Dari segi penggunaan daya listrik tidak ada perbedaan yang signifikan. Umumnya, daya listrik yang dikeluarkan kedua produk ini sekitar 250-400 watt atau 0,25-0,4 kWh. Bisa dikatakan cukup ringan, apalagi alat elektronik satu ini tidak digunakan seharian penuh, mungkin hanya sekitar sekitar 5 menit saja. So, tidak perlu takut tagihan listrik membengkak ya!

Mana yang Lebih Baik?

Pilih sesuai kebutuhan Anda. Suka jus tapi tidak mau ribet silahkan pilih juicer. Namun, jika berniat ingin bikin smoothies dan jus silahkan pilih blender, hanya saja Anda perlu melakukan penyaringan manual pada jus seperti yang telah dijelaskan.

Bagaimana dari segi kesehatan? Menggunakan blender ataupun juicer sama baiknya. Namun, jika Anda ingin memperoleh serat dan antioksidan yang lebih banyak, silahkan pilih blender.

Baca Juga
Tinggalkan komen