Logo

Bersatu Tangani Kasus Perempuan dan Anak

Agustina Erni Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA

bengkulunews.co.id – “Semua harus bersatu, kasus kekerasan perempuan dan anak merupakan masalah serius,” ujar Agustina Erni Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA dalam acara partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa) di Grage Horizon, Rabu (14/12).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, memiliki tanggung jawab untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak, semua pihak termasuk pemerintah daerah dan masyarakat harus saling bersinergi mengatasi permasalahan ini.

“Komitmen dan persepsi yang sama dalam menyikapi persoalan perempuan dan anak menjadi bekal berharga untuk berkolaborasi dan bersinergi, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, maupun sinergi antar lembaga masyarakat dalam mengatasi atau menangani persoalan perempuan dan anak,” ujar Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA, Agustina Erni saat membacakan sambutan Menteri pemberdayaan perempuan dan anak Yohanna Yembise.

Kekerasan perempuan dan anak menurut Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dipengaruhi beberapa faktor termasuk kesenjangan ekonomi, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Harus ada ide kreatif agar kesejahteraan keluarga tidak lagi menjadi persoalan,” tutur Rohidin yang pernah diusulkan menjadi Duta Kampanye Global He For She oleh Menteri PP&PA, Yohana Yembise ini.

Selain itu, Rohidin mengingatkan jangan hanya perempuan yang mengkampanyekan perberdayaan perempuan dan perlindungan anak, harus ada peran laki-laki di dalamnya.

“Laki-laki harus ikut dalam kampanye perempuan dan anak, sebab laki-lakilah yang menjadi pelaku jika terjadi kasus tersebut,” tutup Wagub sekaligus membuka acara Partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak.(mas)