Logo

Ali Sadikin Tak Ikuti Lelang Sekda, Gub Inginkan Birokrat Doktor

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti

bengkulunews.co.id – Belum saja dimulai tahapannya, lelang jabatan di lingkungan Pemprov Bengkulu telah menciptakan berbagai spekulasi. Ada yang menyebut nama mantan Asisten I Setdakab Musi Rawas Ali Sadikin sebagai calon kuat Sekda.

Beberapa nama lain juga disebut-sebut, sembari membumbuinya dengan hak prerogatif Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan menu spesial ‘kedekatan’.

Seolah-olah, proses lelang jabatan hanya formalitas belaka, dengan kata lain gubernur sudah mengantongi satu nama untuk posisi jabatan tertinggi di kalangan PNS tersebut. Ibarat kompetisi pertandingan bola, khususnya Serie A Italia, istilah ‘calciopoli’ lelang jabatan dipaksakan melekat pada tubuh gubernur.

Tak hanya itu, tak sedikit mungkin juga tak banyak, ada yang mencoba mempengaruhi opini publik dan berkata siapa yang ‘Nyetor’ paling besar akan menduduki posisi strategis.

Menanggapi itu semua, Gubernur Bengkulu pun angkat bicara, lewat akun twitter @ridwanmukti1963, Kamis 21 Juli 2016 ditegaskannya, Ali Sadikin yang getol disebut sebagai calon Sekda terkuat tak akan mengikuti lelang jabatan Sekda. “Saya pastikan pak ali sadikin tidak akan ikut, itu sentimen jelas pesanan,” tegasnya mengklarifikasi.

Meskipun syarat formal bakal calon Sekda adalah minimal sarjana, Gubernur memimpikan, ia masih menginginkan jabatan pimpinan tinggi madya itu diisi oleh seorang birokrat doktor. Bukan doktor akademisi, apalagi doktor ‘abal-abal’. “Kualifikasi Sekda perlu high standar, lebih suka birokrat doktor,” cuitnya lagi.

Lelang jabatan bukan pertandingan bola atau balapan yang dengan mudahnya ditebak-tebak seperti apa hasilnya. Mari ikuti dan kawal prosesnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menetapkan Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan, yang ke-5 anggotanya tak ada satupun dari unsur birokrat internal.

Pengumuman lelang jabatan untuk Sekda terbuka dan sudah dipublikasikan melalui web resmi Pemprov Bengkulu. Seleksi dibuka untuk nasional, sehingga seluruh PNS Indonesia yang berminat dan memenuhi syarat, bisa mengikuti seleksi. (122)