Logo

Aksi Koalisi Sipil Untuk Tegakkan Undang-Undang PPRT, Ada yang Sampai Mogok Makan

Para Anggota Koalisi untuk undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). mengadakan aksi Rabuan pada Rabu (01/02/2023) lalu.

Beberapa aksi seperti happening art (pertunjukkan seni), penulisan op-ed, kampanye sosial media, wawancara media tulis dan tv, penggalangan surat dari perempuan desa hingga pembuatan tari kreasi baru untuk pendidikan penyadaran.

Jala PRT dan Serikat PRT Sapu Lidi, menggelar orasi di depan gerbang kantor DPR Pusat Senayan Jakarta. Selain orasi mereka juga memperagakan reka ulang penyiksaan terhadap PRT Khotimah yang mendapatkan pemberlakuan tidak menyenangkan dan dipaksa tidur di kendang anjing.

“Ratusan PRT korban yang telah berjatuhan di masa lalu dan puluhan korban baru setiap hari, apa ketua DPR masih juga mempertanyakan emergency? Jika tidak juga disidang paripurnakan hingga 15 Februari nanti, saya dan kawan-kawan PRT akan mogok makan dan puas masal,” tutur Lita Anggarini selaku Koordinator Jala PRT.

Selain di Jakarta, aksi lain dilakukan oleh Serikat PRT di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka kembali berorasidan menggelar payung dan spanduk untuk menuntut pengesahan segera Undang-undang PPRT.  Aksi ini juga mengikutsertakan Sekolah perempuan Jakarta yang didampingi Kapal Perempuan.

Aksi tersebut tidak berhenti sampai disana, para pejuang Rampak Sarinah juga ikut berorasi di dalam Gedung DPRD Sidoarjo. Orasi mereka disambut baik oleh wakil ketua DPRD Sidoarjo, Bambang Riyono.

Pada pertemuan itu mereka mengingatkan kematian PRT Narsih akibat disiksa majikannya pada tanggal 12 Februari 2001, kemudian mereka melanjutkan pembacaan puisi bertajuk “Tangisan Narsih”.

Selain menggelar orasi di Gedung DPR maupun DPRD, media sosail juga merupakan sasaran aksi kampanye anggota koalisi. Kelompok muda pendukung HAM dan beebrapa kelompok lain juga mengeluarkan kampanye edukasi tentang RUU PPRT melalui media sosial.

Jaringan Kapal Perempuan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan dukungan, salah satunya adalah membuat Twibbon juga menulis surat dari 1000 perempuan desa untuk mbak Puan.

Ada pula tarian khusus dari anggota Sekolah Perempuan Marimoi dan Morotai, kabarnya aksi ini juga akan berlanjut pada Sabtu malam (04/02/2023) pukul 19.30. Aksi ini berupa Istiqosah Qubro yang akan diselenggarakan oleh KUPI (Konggres Ulama Perempuan Indonesia).