Gambar BengkuluNews

Adu Skill Penari Meriahkan Pagelaran Seni Budaya Desa Tanjung Baru

Alwin Feraro
Adu Skill Penari Meriahkan Pagelaran Seni Budaya Desa Tanjung Baru

Seni tradisional ditampilkan dalam pagelaran seni budaya Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur

Beragam tarian dan seni tradisional ditampilkan dalam pagelaran seni budaya Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Kegiatan yang digelar di Lapangan SDN 86 Kaur itu berlangsung meriah dan berhasil menghibur masyarakat, terutama melalui adu keterampilan antarpelaku seni yang memukau penonton.

Sebanyak tujuh tarian tradisional khas Desa Tanjung Baru ditampilkan, yakni Tari Setangan, Tari Sasar, Tari Mabuk, Tari Adau-adau, Tari Kecik, Tari Selendang, serta Tari Pincak atau Kuntau. Seluruh tarian tersebut dibawakan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, baik laki-laki maupun perempuan.

Adu skill antarpelaku seni terlihat jelas dalam penampilan Tari Kecik, Tari Selendang, dan Tari Kuntau. Interaksi spontan para penari di atas panggung menciptakan suasana semarak dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir.

Selain tarian, pagelaran juga dimeriahkan oleh seni Ngerinik Kuin yang dibawakan oleh Kejung Nurjanah dan Laina dengan lantunan suara yang lembut dan penuh penghayatan. Tak kalah menarik, seni Ingit-ingit turut dipentaskan oleh Nda Upik dan Nda Magun. Penampilan ini membawa nostalgia bagi para ibu-ibu desa, mengingatkan pada tradisi berpamitan yang lekat dengan kehidupan masyarakat tempo dulu.

Ketua Pelaksana Pagelaran Seni Budaya, Kamarudin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Wilayah VII.

“Benar, hari ini kami melaksanakan pagelaran seni budaya dengan berbagai penampilan yang ditampilkan dan alhamdulillah sangat memukau penonton,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan menjaga serta mewariskan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung dalam tarian tradisional dan seni budaya lainnya. Selain itu, pagelaran ini juga menjadi ruang bagi individu maupun kelompok untuk mengasah kreativitas dan keterampilan di bidang seni tari, Ngerinik Kuin, Ingit-ingit, hingga Hadra atau Sederean.

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran generasi muda untuk mencintai budaya adat tradisional, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berbudaya.

“Kami juga berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat terus memberikan ruang dan dukungan agar seni dan budaya tradisional di desa kami tetap berkembang dan lestari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Baru, Hendra Oswari, SH, mengatakan bahwa pagelaran seni budaya ini merupakan bagian dari program fasilitasi pemajuan kebudayaan Wilayah VII. Desa Tanjung Baru sendiri dikenal sebagai salah satu desa budaya di Kabupaten Kaur.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh daya Desa Tanjung Baru dengan Kamarudin sebagai ketua pelaksana. Alhamdulillah, pagelaran seni budaya berjalan lancar. Budaya di Desa Tanjung Baru masih sangat kental hingga saat ini,” ujar Hendra.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar mampu memantik semangat generasi muda untuk terus berlatih dan berperan aktif dalam pelestarian budaya.

Ke depan, Pemerintah Desa Tanjung Baru juga berencana kembali menggelar pagelaran seni budaya pada pergantian Tahun Baru 2026 mendatang, yang direncanakan akan dilaksanakan di kawasan wisata baru Rawa Danau Desa Tanjung Baru. (Komar)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!