Logo

Sejumlah Bahaya Mengintai di Sungai Bengkulu

Anak-anak sedang mencari ikan di Sungai Rindu Hati, Bengkulu Tengah. Foto, Dokumentasi Ecoton

Anak-anak sedang mencari ikan di Sungai Rindu Hati, Bengkulu Tengah. Foto, Dokumentasi Ecoton

BENGKULU – Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conversation (Ecoton), Prigi Arisandi menyebut semua sungai di Bengkulu melebihi baku mutu air yang tertuang dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

Berdasarkan penelitian Ecoton, sungai di Bengkulu mengandung Klorin Bebas, Phospat, Mangan hingga Cuprum yang melebih batas aturan baku mutu air. Penelitian ini dilakukan di wilayah Sungai Bengkulu, Danau Dendam, Sungai Rindu Hati, Air Nelas dan Hulu Musi.

“Ini menunjukkan kalau sungai-sungai di Bengkulu sedang sakit, sedang tercemar dan perlu upaya kita semua agar bahan baku air minum ini layak dikonsumsi,” jelas Prigi dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (30/04/2022).

Kandungan klorin tertinggi berada di areal Sungai Bengkulu yang mencapai 0.24 miligram per liter (mg/l) dari standar 0.03 mg/l. Terendah ada di Sungai Rindu Hati yang hanya mengandung 0.09 mg/l klorin.

Sementara kandungan Phospat tertinggi ada di wilayah Sungai Nelas di Kabupaten Seluma yang mencapai 2.25 mg/l. Kandungan ini diduga berasal dari aktivitas perkebunan terutama penggunaan pupuk kimia. Phospat disebut berbahaya bagi habitat ikan.

“Chlorine, Phospat ini untuk ikan berbahaya, bisa menganggu pernafasan ikan,” ungkap Prigi.

Selain kandungan Klorin dan Phospat, kandungan Mangan juga mencemari sungai di Bengkulu. Kandungan ini terdapat di Muara Sungai Bengkulu tepatnya di kawasan Wisata Kota Tuo yang mencapai 0.2 mg/l dari baku mutu 0.1 mg/l, Sungai Nelas dengan jumlah yang sama dan Hulu Musi sebanyak 0.4 mg/l.

Kandungan Ferrum ditemukan di Musi Kepahiang dengan ukuran 0,39 mg/l dari standar 0.3 mg/l. Sedangkan Cuprum ditemukan di Sungai Nelas 0.08 mg/l dan Musi 0.04 dari baku mutu 0.02 mg/l