
Herwan Antoni
Bengkulu – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, membantah kabar satu orang pasien positif covid-19 yang di rawat di RSUD M Yunus Bengkulu meninggal dunia. Dia mengatakan kabar tersebut tidak benar atau berita bohong (hoaks).
Herwan Antoni meminta masyarakat jangan terpengaruh berita yang belum tentu kebenarannya. Juga tidak menyebarkan berita-berita bohong dapat menimbulkan kecemasan dan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kepada masyarakat siapapun dengan kondisi saat ini agar tidak menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sumbernya dan pastikan yang kita dapat itu harus dari sumber yang sesungguhnya, jangan menyebarkan sesuatu yang menyebarkan kecemasan dan kegaduhan,” ujar Kadinkes.
Sebelumnya, pada Kamis (2/4/20) malam beredar pesan screnshoot WA di kalangan jurnalis dan masyarakat yang mengatakan bahwa pasien positif Covid-19 yang merupakan karyawan Bank Bengkulu meninggal dunia.
Dikatakan Herwan Antoni, pasien tersebut saat ini masih dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu. Pihaknya juga telah menurunkan tim untuk menelurusi riwayat dan perjalan pasien berinteraksi.
“Dari hasil yang disampaikan tim, telah dilakukan swab kepada 5 orang kontak erat yakni Istri, 3 Orang Anak dan Asisten Rumah Tangga dan akan disampaikan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang mudah-mudahan dalam 3 hari hasilnya bisa kita dapatkan,” jelas Herwan Antoni.
Selain itu, tim juga mendata tempat pasien bekerja. Dari 40 orang, diambil rapid tes sebanyak 6 orang dengan hasil semuanya negatif.
Sedangkan untuk di lingkungan rumah, dari total 50 orang didapat 12 orang yang memiliki kontak erat.
“Setelah dilakukan rapid test semuanya juga dinyatakan negatif,” ungkap Herwan.
Lanjutnya, bagi orang-orang yang pernah berkontak erat dengan pasien ini juga sudah disampaikan oleh tim untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan akan dipantau oleh tim kesehatan.(okd)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!