Logo

Pipa PDAM Dijebol, Warga Kota Lekat Ilir Kekeringan

Kantor PDAM Tirta Ratu Samban Kecamatan Kerkap tampak tutup

bengkulunews.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Ratu Samban Bengkulu Utara beberapa tahun belakangan ini terus menerima penyertaan modal dari pemerintah daerah setempat. Tujuannya, agar perusahaan BUMD tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Diketahui, Pemkab memberikan modal mulai dari tahun 2009 hingga 2016. Namun, fakta di lapangan masih ada konsumen yang mengeluhkan pelayanan PDAM.

Seperti dikatakan, Asbul, warga Kota Lekat Ilir Kecamatan Hulu Palik. Ia sangat kecewa dengan pelayanan PDAM, pasalnya selain kantor Ranting jarang buka. Ia mengaku, pernah kekeringan selama tiga bulan lamanya lantaran air PDAM tidak mengalir.

“Saat ini, sudah satu bulan lebih, air PDAM sudah tidak mengalir lagi. Kami sangat kecewa dengan pelayanan pihak PDAM. Warga sini sudah pernah kekeringan sampai 3 bulan.” keluh Asbul.

Lanjut Asbul, saat dirinya menanyakan hal itu kepada pihak PDAM. Pihak PDAM menjawab penyebab terjadi kebocoran pipa di desa Kota Lekat Mudik, karena warga menjebolkan pipa aliran air tersebut.

Sementara itu, dilain pihak, Kepala Desa Kota Lekat Mudik, Alon, ketika dikonfirmasi tidak membantah jika warganya mengambil air jebolan tersebut. Ia pun mengungkapkan warga yang mengambil air dari jebolan PDAM tersebut membayar sebesar Rp. 300 ribu kepada petugas PDAM.

“Karena sudah ada ‘deal’ sama petugas PDAM yang berada di Taba Padang Rejang. Kalau ada pihak PDAM mau menutup pipa yang dijebol, terserah mereka,” Ujar Alon. (Jbeu)