Logo
Dempo Xler

Pertumbuhan Tujuh Lapangan Usaha di Bengkulu Ini Mengalami Kontraksi

BPS Provinsi Bengkulu

BPS Provinsi Bengkulu

BENGKULU – Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat perekonomian Bengkulu pada triwulan tiga tahun 2023 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -2,44 persen dibanding triwulan dua tahun 2023.

Kepala BPS Bengkulu, Win Rizal mengatakan, kontraksi pertumbuhan terjadi pada tujuh lapangan usaha, sementara sepuluh lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan.

“Masih tumbuh 3,96 persen, tapi kalau q-to-q dibandingkan dengan triwulan II tahun 2023, terjadi kontraksi sebesar minus 2,44 persen,” ungkapnya, Senin (6/11/2023).

Win menambahkan, tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar minus 15,16 persen.

Administrasi Pemerintahan sebesar minus 11,49 persen dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar minus 4,62 persen.

Sementara itu, tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Konstruksi sebesar 4,42 persen; Industri Pengolahan sebesar 3,29 persen; dan Jasa Pendidikan sebesar 2,30 persen.

Pertumbuhan Year on Year

Perekonomian Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 28,90 persen.

Ini diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 14,40 persen serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,06 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Provinsi mampu mencapai 52,36 persen.

Ekonomi Provinsi Bengkulu Triwulan III-2023 dibanding Triwulan III-2022 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 3,96 persen. Pertumbuhan terjadi pada 14 lapangan usaha, sementara tiga lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif).

Tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,05 persen, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 9,91 persen dan Jasa Lainnya sebesar 9,54 persen.

Sedangkan, tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar minus 6,61 persen; Pertambangan dan Penggalian sebesar minus 0,67 persen dan Industri Pengolahan sebesar minus 0,30 persen. Adapun lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan sebesar 2,74 persen.