Logo

Perindo Geram Cara Kotor Politik BS

bengkulunews.co.id – DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) geram dengan cara-cara kotor yang berlangsung di Bengkulu Selatan. Hal ini menyusul dugaan fitnah yang dialamatkan kepada Dirwan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Perindo BS.

Dilansir Sindonews.com, Sekjend Perindo Ahmad Rofiq memastikan, partainya akan memonitor terus proses pengungkapan kasus ini dan berharap pemfitnah dapat segera terungkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut Rofiq, apa yang coba disangkakan kepada Bupati Dirwan sangatlah kejam. Terlebih yang bersangkutan adalah bupati terpilih yang saat ini tengah mengemban tugas amanat rakyat di Pilkada 2015.

Ini pembunuhan karakter yang sangat kejam dan patut untuk segera diungkap siapa orangnya. Rofiq pun mengajak semua pihak untuk belajar menerima kekalahan dan tidak melakukan cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Ia melihat sejumlah kejanggalan menyelimuti penemuan narkoba tersebut. Kejanggalan itu bermula saat matinya Close Circuit Television (CCTV) di kantor bupati yang ternyata sudah berlangsung sejak tiga hari sebelum penggeledahan dilakukan. Kecurigaan lain adalah pola yang hampir sama untuk menjatuhkan Dirwan dari kursi bupati.

Rofiq menyebut, lima tahun lalu Dirwan juga sempat dipersoalkan tentang kepemilikan narkoba usai dinyatakan menang dan tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu ia tengah melakukan perjalanan dari Bengkulu ke Jakarta dengan mengendarai mobil.

“Karena beliau tidak punya uang, makanya tidak naik pesawat. Namun saat mengendarai mobil dia diberhentikan dan ditemukan adanya narkoba yang tidak diketahui asalnya. Padahal saat dites urine juga negatif,” ungkap Rofiq.

Rofiq berharap, dari sejumlah kejanggalan ini dapat menjadi petunjuk siapa orang yang dengan kejam melakukan fitnah terhadap kadernya tersebut.

“Kami semua mengetahui secara kualitas beliau punya integritas dan meyakini beliau tidak akan melakukan itu. Kita berharap Pak Dirwan juga terus berjuang tanpa beban, yang benar katakan benar, yang salah katakan salah. Sekalipun banyak pihak yang keberatan ketika dia memimpin, jangan berlaku surut terhadap cita-cita politik yang tulus untuk Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (126)