Pandemi Membawa Berkah, Rindu Kampung jadi Awal Kesuksesan Pak Rete

Pandemi Membawa Berkah, Rindu Kampung jadi Awal Kesuksesan Pak Rete

Usaha Kue Pancong Pak Rete. Foto, Cindy/BN

Kue Pancong merupakan makanan tradisional yang banyak digemari di berbagai daerah, dengan penyebutan berbeda-beda.

Kue Pancong sendiri berbahan kelapa parut, tepung beras, santan, dan garam. Kue ini biasanya banyak diminati oleh orangtua, karena rasanya yang tidak lekang oleh waktu.

Kali ini Bengkulunews.co.id berkesempatan untuk mengunjungi dan mengobrol langsung dengan pemilik usaha kue poncong di Bengkulu.

Pemilik usaha kue poncong Pak Rete, Era Trihastuty.Sp menjelaskan bahwa sebenarnya bisnis yang dijalankannya ini belum pernah terpikirkan sama sekali.

Awal usahanya ini bermula saat Covid-19 sedang maraknya, kala itu Era tidak dapat pulang ke kampung halamannya.

Sehingga timbullah rasa rindu akan kuliner khas Bukittinggi yang sudah lama tidak dimakan olehnya, lalu Ia mencoba berbagai resep untuk membuat salah satu makanan khas daerah Sumatera Barat tersebut yakni Pancong.

“Lalu kita coba mengingatlah bagaimana rasanya, cari resepnya, terus dicoba buat. Saya coba sama suami itu berapa kali pengujian, ada yang pertama adonan terlalu keras, kelembekkan jadi lengket,” kata Era pada Bengkulunews.co.id Rabu (21/12/22) siang.

Setelah melewati proses panjang tersebut, akhirnya Ia berhasil menemukan resep yang pas dalam membuat pancong. Tentunya kala itu bahan yang digunakan hanya seadanya saja.

Tidak berhenti di sana, Era membagikan hasil pembutanan kue tersebut kepada tetangganya. Siapa sangka, rupanya mereka menyukai kue tersebut karena rasanya yang gurih dan enak.

Lewat hal tersebut salah satu tetangganya, justru memesan kue pancong buatan Era untuk acaranya. Usaha Era dalam mengenang masa lalunya di kampung halaman, berbuah manis. Teman baik tetangganya ini menyukai kue tersebut dan mengedarkannya lewat media sosial.

Hingga akhirnya membuat usaha kue pancong tersebut banjir orderan, setiap harinya sehingga konsumen harus antri.

Melihat hal tersebut Era memutuskan untuk membuka usahanya, secara Pre-Order (PO) atau sistem pemesanan. Sehingga pesanan tidak menumpuk dan ia bisa mengerjakan dengan bertahap. Sehari ia dapat menjual kurang lebih 20 kilogram atau 14 porsi kue pancong.

Harga kue pancong ini terbilang murah, hanya Rp10 ribu saja dan berisi 8 pcs kue. Hingga kini usaha Era sudah dibawa hingga ke luar kota seperti Palembang, Kepahiang juga Jakarta.

Kue Pancong sendiri memiliki dua varian rasa yakni manis dan asin, sehingga bisa dimakan oleh setiap kalangan baik anak-anak hingga orangtua. Era juga berharap kedepannya, usaha tersebut dapat semakin berkembang.

“Pengennya tidak muluk-muluk, maunya kue ini bisa dikenal banyak orang dan mereka tidak bosan-bosan juga untuk makannya,” demikian Era.

Penulis : Cindy

Baca Juga
Tinggalkan komen