Berita Nasional dan Lokal #KitoNian

Mie Ayam Legend Murah Pas di Kantong Anak Muda

BENGKULU – Mie ayam merupakan olahan dari gandum dan rempah-rempah Indonesia. Mie ayam sendiri merupakan hidangan khas Indonesia, oleh karena itu makanan ini populer dan sering dicari masyarakat.

Terkhusus di Bengkulu, penjual mie ayam sudah menjamur. Namun ada juga mie ayan yang memiliki cita rasa berbeda, bahkan sudah ada sejak tahun 90-an. Salah satunya Mie Ayam Wanten milik Sunarti (54) yang sudah ada sejak tahun 1990 an.

“Kalau jualan kita itu dari tahun 90 an, itu keliling. Jadi saat tahun 1987 dari Jawa, merantau ke Bengkulu jualan mie ayam ini,” kaya Sunarti pada Bengkulunews.co.id Selasa (05/12/23) siang.

Kala itu dirinya berkeliling jauh hingga daerah suka Merindu dari rumahnya di Anggut. Namun pada tahun 2000 Ia mencoba peruntungan dengan berjualan di Pantai Panjang. Siapa sangka penggemar mie ayam nya bertambah dan merambah kemana-mana.

Walaupun banyak suka duka yang dialami kala itu, ejekan bahkan hinaan telah ditelan oleh Sunarti. Namun tidak menjadikan dirinya lemah, lewat dagangannya ini Ia dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Sehari Ia bisa menjual 200 mangkok mie ayam, dengan harga Rp10 per porsinya. Sedangkan untuk mie ayam bakso diharga Rp15 ribuan.

Selain itu mie ayam yang dijualnya ini dibuat sendiri tanpa membeli. Baik dari mie, bakso, kuah hingga cabe. Cita rasa yang khas inilah yang banyak dicari masyarakat, baik anak sekolah hingg pekerja kantoran. Bahan-bahan untuk pembuatannya pun selalu segar dan dibuat setiap hari.

“Jadi setiap hari itu pasti baru semua masih segar, karena jam empat subuh sudah ke pasar kampung beli bahan,” tambahnya.

Pada akhirnya Sunarti berhasil membuka cabang mie ayamnya bernama ‘Woten’. Ia berharap ke depannya pelanggan tidak bosan bosan menikmati mie ayamnya tersebut.

Mie ayamnya ini dibuka dari jam 11 siang hingga sore, tergantung seberapa cepat habis. Anda bisa menikmati langsung mie ayam ini di depan hotel Pantai Panjang.

“Harapannya langganan tidak bosan makan disini, terus bisa mempertahankan rasa,” demikian Sunarti.

Baca Juga
Tinggalkan komen